Geger Online — Kericuhan mewarnai akhir pertandingan kualifikasi Liga Champions antara Lyon dan Fenerbahce. Insiden ini dipicu oleh aksi provokasi gelandang Fenerbahce, Matteo Guendouzi, yang mendapat respons negatif dari suporter tuan rumah.
Laga leg kedua yang digelar pada Kamis (27/8) ini dimenangkan oleh Fenerbahce dengan skor 2-1, memastikan mereka unggul agregat 3-2 atas Lyon. Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, terutama dari kubu Fenerbahce yang mengandalkan Matteo Guendouzi di lini tengah.
Guendouzi, yang pernah bermain untuk Marseille, rival abadi Lyon, menjadi sasaran ejekan sepanjang pertandingan. Puncaknya, ia tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada suporter tuan rumah. Aksi ini sontak memicu kemarahan suporter Lyon, yang berujung pada adu mulut dan saling dorong antara pemain kedua tim di lapangan.
Situasi semakin memanas ketika seorang suporter Lyon dilaporkan melompat dari tribun ke area lorong stadion dan mencoba menendang Guendouzi. Tendangan tersebut berhasil ditepis oleh seorang staf Fenerbahce, namun insiden tersebut menambah kekacauan.
Di tengah situasi yang penuh ketegangan tersebut, gelandang Fenerbahce lainnya, N’Golo Kante, justru menunjukkan sikap yang kontras. Rekaman video memperlihatkan Kante yang hendak memasuki lorong stadion tetap tenang dan berjalan santai, tidak terpengaruh oleh keributan yang melibatkan rekan-rekannya dengan suporter Lyon.
N’Golo Kante sendiri bermain penuh sepanjang pertandingan dan menunjukkan performa yang solid bersama Guendouzi. Namun, Guendouzi sempat mendapatkan kartu kuning akibat tindakannya.
UEFA dilaporkan akan segera melakukan investigasi terkait insiden kericuhan pasca pertandingan ini. Matteo Guendouzi diperkirakan akan menghadapi sanksi akibat aksi provokasinya yang dinilai telah melanggar aturan.
Ikuti Geger Online
