Geger Online — JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), mengumumkan kinerja keuangan semester I-2026 yang telah diaudit. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan emas ini mencatatkan laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 80,25 juta atau setara dengan Rp 1,43 triliun selama enam bulan pertama tahun 2026.
Angka laba bersih ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 132,8% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, yang tercatat sebesar US$ 34,47 juta. Kenaikan ini turut mendongkrak laba per saham ARCI dari US$ 0,0014 menjadi US$ 0,0032 per saham.
Lonjakan laba emiten ini ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang melonjak menjadi US$ 322,28 juta (sekitar Rp 5,7 triliun), naik dari US$ 192,43 juta pada periode sebelumnya. Meskipun beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan dari US$ 114,69 juta menjadi US$ 178,27 juta, pertumbuhan pendapatan yang lebih besar berhasil mengamankan peningkatan laba bersih.
Archi Indonesia mencatat total aset sebesar US$ 1,07 miliar per 30 Juni 2026, dengan total liabilitas US$ 660,97 juta. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi per 31 Desember 2025, di mana total aset perusahaan tercatat US$ 1,02 juta dengan liabilitas US$ 663,83 juta.
Sementara itu, saham Archi Indonesia (ARCI) menunjukkan performa positif di pasar, menguat 5,09% ke level Rp 1.445 pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
Ikuti Geger Online
