Geger Online — JAKARTA – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menilai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI merupakan metode sosialisasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Menurut Agun, pendekatan interaktif melalui lomba cerdas cermat ini sangat relevan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam memahami Empat Pilar kebangsaan, terutama di era digital. Ia menekankan bahwa metode ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Ini adalah salah satu metode yang memang sejak dahulu kita rancang. Ketika masuk ke era digital, sudah banyak implementasi metode sosialisasi Empat Pilar ini yang justru akan semakin menarik minat anak-anak generasi muda,” ujar Agun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Agun saat menghadiri acara Semifinal LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Pustaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (26/8).
Ajang ini tidak hanya menguji pengetahuan dasar mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para peserta ditantang untuk mengaitkan pengetahuan tersebut dengan persoalan faktual yang terjadi di masyarakat saat ini.
Agun menjelaskan bahwa metode lomba ini memantik ketertarikan dalam proses pembelajaran yang jauh lebih efektif dan interaktif dibandingkan metode ceramah satu arah. “Kalau hanya dengan model ceramah, kuliah gitu, jenuhlah mereka. Tetapi dengan metode LCC Empat Pilar MPR RI ini mereka semakin tertarik,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi kualitas pertanyaan dan jawaban peserta yang dinilai semakin implementatif. Melalui soal berbasis studi kasus, peserta dituntut untuk memahami permasalahan dan menemukan jawaban berdasarkan landasan hukum atau nilai kebangsaan. Penyesuaian materi ini diyakini mampu mengasah daya kritis peserta.
“Tidak hanya sekadar menghapal, tapi dikorelasikan dengan praktek-praktek ketatanegaraan yang terjadi hari ini seperti soal pilkada, kebijakan ekonomi, pembangunan demokrasi, supremasi hukum, dan independensi. Tidak hanya sekadar normatif diatur dalam undang-undang dasar, tapi juga bagaimana dalam praktek. Mereka sudah mampu menjawab,” katanya.
Lebih lanjut, Agun menekankan bahwa perlombaan ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Ajang ini merupakan sarana krusial untuk menanamkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air, serta pemahaman mengenai identitas dan jati diri bangsa.
“Kalau dalam perlombaan sudah pasti ada pemenang, ada yang kalah. Tapi bukan soal menang kalah, justru yang terpenting dan utama adalah menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, menguasai tentang identitas jati diri bangsanya, itu yang lebih utama,” tegasnya.
Nilai-nilai luhur Pancasila juga terlihat jelas dalam interaksi antargenerasi muda selama perlombaan. Para peserta menunjukkan sikap saling menghargai, menerima perbedaan, melakukan koreksi, dan patuh terhadap keputusan secara objektif.
“Bisa kita lihat dari pertama, mereka saling menghargai, menerima perbedaan, saling koreksi. Dan mereka objektif, kalau sesuatu memang sudah diputuskan, mereka patuh, dan itu dalam praktik LCC Empat Pilar MPR RI tercapai tujuan kita,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus ditingkatkan. MPR RI bertekad tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi secara akademis, tetapi juga menyiapkan ajang ini untuk mencetak generasi muda yang mendorong penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bernegara.
Ikuti Geger Online
