Geger Online — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap fasilitas kesehatan dan membuka peluang donasi publik demi mempercepat pemulihan di sana.
Hal ini disampaikan Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). Ia memaparkan sejumlah rumah sakit yang mengalami kerusakan. “Nah, saya sebenarnya seluruh fasilitas yang rusak ringan, penginnya, kalau bisa, ya 1 bulan-2 bulan bisa beres. Rusak sedang 3 bulan-6 bulan beres. Kalau rusak berat, itu 6 bulan sampai 12 bulan. Karena itu membutuhkan yang bangun, Pak, itu yang mau kita mau kejar,” kata Menkes dalam rapat di DPR.
Budi lantas menyinggung ada 166 puskesmas di NTT yang memerlukan penanganan darurat. Ia menyebutkan alokasi anggaran formal biasanya memakan waktu untuk dicairkan di lapangan. “Di halaman selanjutnya. Nah, ada beberapa, ini, ini yang puskesmas ya. Jadi ini yang puskesmas, ada 166. Dan kita sudah punya pengalaman yang kita lakukan di Aceh, ya. Dan lama memang ini turunnya anggaran lama. Jadi mungkin Komisi IX juga nanti bisa membantu yang merupakan wakil dari Aceh juga bisa, eh wakil dari NTT nanti bisa bantuin,” paparnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memetakan alat-alat kesehatan yang rusak. Menkes menilai skema donasi efektif memotong alur birokrasi penanganan penanggulangan bencana. “Selanjutnya ini alat kesehatan juga sudah diregister semua, mana yang rusak, mana yang bisa diperbaiki, mana yang tidak gitu ya. Ini sama seperti Aceh,” jelas Menkes Budi.
“Nah, kita buka donasi, Bapak-Ibu, karena kadang-kadang ini lebih cepat. Jadi sesudah kita dapat list alat-alatnya yang tadi rusak, maka kita buka siapa yang mau bantu sehingga dengan demikian mempercepat juga, layanan kesehatannya bisa kembali ke sebelumnya ya,” tambah Budi.
Ia menegaskan bantuan tidak harus melalui Kemenkes, tetapi dapat didistribusikan secara langsung. Budi bahkan secara berseloroh mengimbau para anggota DPR berharta melimpah untuk urun tangan. “Dan nggak usah langsung ke kita, langsung aja boleh juga kok, langsung boleh. Jadi kalau teman-teman DPR juga yang, apa, LHKPN-nya besar-besar, mau bantu juga, itu list-nya ada kok, nanti tinggal bilang ke Ibu Rizka atau Pak Aco, nanti langsung dikirim ke sana gitu,” ujar Budi. “Pak Charles Honoris kan, keluarganya nasabah saya dulu, Bapak-bapak dan om-omnya gitu. Kalau mau bantu juga bisa, ya,” tambah Menkes sembari tersenyum.
Budi juga mengajak para pemilik rumah sakit swasta menjadikan donasi ini sebagai ladang amal. “Halaman selanjutnya ya, halaman selanjutnya. Nah, itu, itu tadi yang untuk, untuk yang ini Bapak/Ibu, untuk yang bencana, bencana NTT. Yang punya rumah sakit di sini juga banyak gitu, siapa tahu mau nyumbang-nyumbang boleh, amal ibadah,” imbuhnya.
Ikuti Geger Online
