Geger Online — Jakarta – Kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan komunikatif dalam mengamankan demonstrasi di depan gerbang gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Momen menarik terjadi saat sejumlah personel membeli dagangan tahu seorang penjual dan membagikannya kepada warga di sekitar lokasi.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, petugas kepolisian terlihat menghampiri seorang pedagang tahu yang masih memiliki sisa dagangan. Tahu tersebut kemudian dibeli seluruhnya oleh polisi dan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar area demonstrasi. Terdengar suara petugas mempersilakan warga untuk menikmati tahu tersebut.
Warga yang berada di sekitar kawasan DPR turut menikmati santapan yang dibagikan oleh polisi. Kegiatan ini berlangsung di sela-sela pengamanan demonstrasi, di mana personel tetap menjalankan tugasnya di sekitar lokasi penyampaian aspirasi. Interaksi sederhana ini menjadi salah satu gambaran suasana di tengah dinamika kegiatan di kawasan parlemen.
Pendekatan Humanis dan Komunikatif
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat telah menyiapkan pola pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis dan komunikatif untuk mengamankan penyampaian aspirasi di sejumlah titik di Jakarta Pusat. Langkah ini bertujuan untuk menjaga situasi agar tetap aman dan nyaman, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung menyatakan, “Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif, dan kondusif dalam melayani masyarakat. Kami berharap seluruh penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan tertib dan situasi tetap nyaman dan aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan dengan baik.”
Dengan pola pelayanan tersebut, personel diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di setiap titik, serta memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terpenuhi tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Polri telah menyiapkan pelayanan di beberapa wilayah sekitar gedung DPR/MPR RI untuk memastikan seluruh kegiatan penyampaian aspirasi berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, polisi membuat enam zona pelayanan yang berfungsi untuk saling menjaga antara masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan masyarakat lain yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Ikuti Geger Online
