Geger Online — JAKARTA – Kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah Jakarta pada Kamis (27/8/2026) pagi dalam kondisi aman dan terkendali. Jalur lalu lintas, kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga ibadah dilaporkan berjalan normal.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan bahwa polisi tidak pernah membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, karena hal tersebut merupakan hak konstitusional di negara demokrasi. Namun, polisi akan menindak pihak-pihak yang berupaya menyusup ke dalam massa aksi untuk membuat kerusuhan.
“Kita lihat bersama, situasi Jakarta sampai pukul 10.38 WIB dalam kondisi aman dan dapat dikendalikan. Jalur lalu lintas masih terlihat padat, kegiatan pendidikan dan kegiatan beribadah, juga perekonomian berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Budi Hermanto.
Polisi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) agar Jakarta tetap kondusif dan terlindungi dari kelompok yang berpotensi mengganggu.
“Dan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif, terlindungi dari kelompok-kelompok yang ingin menciptakan situasi kamtibmas yang tidak baik,” tambahnya.
Budi Hermanto kembali menekankan, “Kepolisian tidak pernah membatasi ruang kemerdekaan penyampaian pendapat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan baik, seluruh masyarakat sebagaimana mestinya.”
Dalam upaya pencegahan, Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 65 orang yang diduga hendak menyusupi massa aksi. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta bahan untuk membuat bom molotov, termasuk 7 jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca beserta sumbu.
“Potensi kekerasan harus dicegah sedini mungkin sehingga demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang kekerasan,” jelas Budi.
Sejumlah Orang Ditahan Jelang Aksi di DPR
Sementara itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa sejumlah orang telah ditahan menjelang aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Penahanan dilakukan sejak malam sebelumnya.
Informasi ini didapatnya dari laporan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri. Saat ini, orang-orang yang ditahan tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
“Bahkan Kapolda (Metro Jaya) menyampaikan saya dari sejak tadi malam itu dilakukan bahwa ada beberapa orang yang sudah kita periksa, yang kita tahan untuk sementara untuk itu,” kata Djamari kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/8).
Ia juga menyebutkan bahwa hingga pagi hari, sejumlah massa aksi telah mulai berdatangan, meskipun jumlah pastinya belum dapat dipastikan. Aparat keamanan, lanjutnya, akan melakukan antisipasi terhadap potensi penyusup yang masuk ke dalam massa aksi, berdasarkan pengalaman dari kejadian sebelumnya.
Djamari Chaniago memastikan bahwa TNI-Polri akan bekerja sama untuk menjaga agar penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan kericuhan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Ikuti Geger Online
