Geger Online — Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta mengapresiasi tinggi tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang ada di Indonesia. Ia menilai bahwa kehidupan beragama di Indonesia merupakan contoh yang patut diteladani oleh dunia internasional.
Pujian ini disampaikan Ramos-Horta saat hadir dalam pertemuan bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah peraih Nobel, serta para ilmuwan dunia di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ramos-Horta secara khusus menyoroti komposisi demografis Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekaligus menjadi rumah bagi komunitas Katolik dan Kristen yang signifikan.
“Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, tetapi juga memiliki lebih banyak umat Katolik daripada banyak negara di Eropa,” ujar Ramos-Horta. Ia memperkirakan jumlah umat Katolik dan Kristen Protestan di Indonesia mencapai 30-40 juta orang, dengan umat Katolik sendiri berkisar antara 10-14 juta jiwa.
Ramos-Horta menambahkan, “Berapa banyak negara di Eropa yang memiliki 10 juta atau 14 juta umat Katolik? Inilah yang sebagian besar orang di dunia tidak ketahui. Mereka hanya tahu Indonesia adalah mayoritas Muslim terbesar di dunia.”
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aspek yang paling menarik bukanlah semata-mata jumlah penganut agama yang beragam, melainkan bagaimana komunitas-komunitas tersebut dapat hidup berdampingan secara damai, penuh rasa saling menghormati, dan toleransi.
“Saya katakan, ya, mereka mayoritas Muslim, tetapi mereka juga punya lebih banyak umat Katolik daripada beberapa negara Eropa, yang hidup dengan cara yang paling damai, saling bertoleransi, dan saling menerima,” jelasnya.
Dalam forum yang sama, Ramos-Horta juga menyampaikan kekagumannya terhadap ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan seringkali dilanda gempa bumi serta banjir.
“Alam tidak begitu bersahabat dengan Indonesia karena terus-menerus mengalami gempa bumi dan banjir yang besar. Namun demikian, setiap kali terjadi, rakyat Indonesia selalu bangkit kembali. Dan setiap kali bangkit, mereka menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa tantangan alam tersebut tidak sedikit pun mengurangi keramahan dan kehangatan masyarakat Indonesia terhadap tamu. “Terlepas dari semua tantangan tersebut, rakyat Indonesia selalu tetap menjadi orang-orang yang paling ramah dan paling hangat di dunia,” pungkas Ramos-Horta.
Ikuti Geger Online
