Geger Online — JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terpantau menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Berdasarkan data pasar spot exchange pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 26 poin atau 0,15% ke posisi Rp 17.718 per dolar AS.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), nilai tukar rupiah tercatat terkoreksi 37 poin (0,21%) ke level Rp 17.762 per dolar AS.
Pergerakan dolar AS pada hari Kamis cenderung stabil setelah dirilisnya sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Perhatian pasar kini tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Dolar AS telah mencatat penguatan 0,35% pada minggu ini, setelah sebelumnya mengalami pelemahan 0,83% di minggu sebelumnya. Pelemahan tersebut dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyatakan bahwa Departemen Keuangan akan meningkatkan volume pembelian kembali obligasi tenor panjang secara kuartalan. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan nilai dolar AS akibat peralihan ke strategi yang lebih langsung untuk meredam kenaikan biaya pinjaman.
Indeks dolar AS sendiri tercatat naik tipis 0,05% ke level 99,18. Sementara itu, mata uang euro mengalami pelemahan 0,03% menjadi $1,1646 per dolar AS.
“Sebenarnya saya heran dolar tidak menguat lebih jauh. Jujur saja, pasar valuta asing saat ini seperti sedang dalam kondisi tidak responsif atau ‘terhipnotis’,” ujar Erik Bregar, direktur manajemen risiko valas dan logam mulia di Silver Gold Bull, Toronto.
Di sisi lain, yen Jepang melemah 0,09% ke level 159,45. Poundsterling Inggris juga ikut melemah 0,06% menjadi $1,3585 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring berkurangnya ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga Bank of England tahun ini.
Ikuti Geger Online
