Geger Online — JAKARTA – Kinerja PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan tahun ini, didorong oleh kontribusi besar dari Aster, perusahaan kilang minyak dan pemain petrokimia terkemuka yang beroperasi di Singapura. Integrasi bisnis ini diperkirakan akan mendongkrak nilai saham TPIA, yang saat ini dinilai masih terlalu murah oleh analis.
Berdasarkan riset yang dirilis oleh Henan Putihrai Sekuritas (HPS), Aster memegang peranan krusial sebagai pemain kilang murni yang sulit tergantikan dalam struktur bisnis TPIA. Keunggulan Aster terletak pada kemampuannya mengintegrasikan bisnis minyak mentah dengan produk polimer, yang secara efektif menghilangkan masalah terkait bahan baku dan meminimalkan volatilitas laba.
HPS mencatat bahwa Gross Refining Margin (GRM) yang dicatatkan oleh Aster cukup tinggi, diperkirakan berkisar antara US$20 hingga US$30 per barel pada tahun ini, melampaui acuan industri sebesar US$21 per barel. Proyeksi GRM ini diproyeksikan tetap kuat hingga tahun 2025 dengan angka US$8 per barel.
“Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional tersebut, pendapatan TPIA diproyeksikan akan mengalami kenaikan luar biasa sebesar 5,9 kali lipat pada tahun 2026, mencapai US$12,3 miliar, dengan estimasi EBITDA sebesar US$1,8 miliar,” tulis HPS dalam risetnya.
Rencana Ekspansi dan Rekomendasi Saham
Lebih lanjut, HPS menyoroti bahwa proyek chlor alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) TPIA dijadwalkan memasuki fase komersial pada tahun 2027. Proyek ini akan membuka peluang bagi perseroan untuk merambah bisnis HPAL. Selain itu, bisnis ritel Bahan Bakar Minyak (BBM) Esso di Singapura juga dipandang menjanjikan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan bagi TPIA.
Seluruh rencana ekspansi TPIA didukung penuh oleh para pemegang saham utamanya, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Thai Oil. Terdapat pula opsi pendanaan sebesar US$200 juta yang tersedia untuk mendukung pengembangan bisnis CA-EDC.
Meskipun berbagai kabar positif tersebut berpotensi mendorong kinerja perusahaan, HPS menilai bahwa dampak positif ini belum sepenuhnya tercermin pada harga saham TPIA. Saham TPIA saat ini diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA yang relatif rendah, yaitu 4 kali. Oleh karena itu, HPS menyematkan rekomendasi ‘buy’ untuk saham TPIA dengan menetapkan target harga Rp3.030, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 63%.
Ikuti Geger Online
