Geger Online — JAKARTA – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menghadapi tantangan signifikan akibat aksi jual bersih (net sell) yang terus dilakukan oleh investor asing. Kondisi ini menjadi sorotan di pasar modal.
Selama periode perdagangan 24 Agustus hingga 28 Agustus 2026, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 132,15 miliar pada saham BUMI. Tren serupa telah terjadi secara konsisten sejak pekan pertama Juli 2026, di mana setiap pekannya saham perusahaan pertambangan ini selalu diwarnai aksi jual oleh investor mancanegara.
Secara akumulatif, dalam rentang waktu 6 Juli hingga 28 Agustus 2026, total net sell investor asing pada saham BUMI mencapai Rp 607,93 miliar. Hal ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang cukup kuat dari investor asing terhadap saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini.
Sepanjang pekan ini, saham BUMI mengalami pelemahan sebesar 3,06%. Pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, saham BUMI ditutup melemah 2,06% ke level Rp 190 per saham. Perdagangan saham BUMI pada hari itu melibatkan 2,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 49.293 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 558,75 miliar.
MNC Sekuritas dalam analisisnya mencatat bahwa pelemahan saham BUMI sebesar 2,06% ke level 190 disertai dengan tekanan jual yang cukup terasa. Meskipun demikian, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi ‘buy on weakness’ untuk saham BUMI. Rekomendasi ini menyarankan pembelian pada kisaran harga 164-184, dengan target harga pertama di 202 dan target harga kedua di 224. Poin penting lainnya adalah penempatan ‘stoploss’ di bawah level 162 untuk membatasi potensi kerugian.
Ikuti Geger Online
