Geger Online — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengajak seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk memperkuat semangat gotong royong dalam memberikan bantuan kepada daerah lain yang tengah dilanda bencana. Ajakan ini disampaikan mengingat Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi di berbagai wilayahnya.
Menurut Mendagri, kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana, seperti keberadaan gunung berapi, laut luas, dan sungai yang melimpah, menuntut adanya solidaritas antardaerah. Pemda yang memiliki kapasitas lebih diharapkan dapat menyalurkan bantuannya kepada daerah lain yang terdampak.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kita memerlukan kegotongroyongan,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8/2026). Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan sambutan pada acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (28/8).
Mendagri mengapresiasi berbagai Pemda yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada daerah yang terkena bencana, termasuk di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mencatat bahwa banyak kepala daerah yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga secara langsung mendatangi daerah terdampak.
“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” kata Tito.
Tito menekankan bahwa bantuan antardaerah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Ia meyakini, jika dilakukan secara bersama-sama, bantuan dari berbagai Pemda dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi sekali lagi ini solidaritas kita saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi kita dan itu sangat bermanfaat, jujur sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” pungkasnya.
Selain mendorong solidaritas antar Pemda, Mendagri juga menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di Sumatera dan NTT. Pemerintah pusat telah memberikan dukungan anggaran, termasuk tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Sumatera. Di NTT, Presiden juga telah memberikan dukungan anggaran berupa tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 200 miliar.
Ikuti Geger Online
