— Jakarta – Merdeka Run 2026 sukses memukau dengan kehadiran peserta yang mengenakan beragam kostum unik, mulai dari pakaian adat tradisional hingga kostum superhero. Antusiasme para peserta tidak surut meski harus berlari dengan balutan kostum yang mereka kenakan.

Ajang lari yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia ini diselenggarakan di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Salah satu peserta, Dika (31) asal Bugis, Makassar, berhasil meraih penghargaan untuk kategori baju adat atau budaya.

Dika tampil memukau dengan kostum Leak Bali yang memiliki bobot hampir 10 kilogram. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar kostum tersebut dibuatnya sendiri hingga dini hari, membuatnya belum sempat beristirahat. “Karena menurut saya sekarang kita itu negara kita itu lagi dijajah sama bangsa kita sendiri, terutama budaya ini. Makanya saya mengambil tema budaya, terutama Leak Bali. Karena saat ini kita dijajah oleh bangsa luar terutama di Bali, sampai orang luar masuk ke sini, dan di sini tujuan saya untuk memperkenalkan bahwa Bali adalah punya kita bukan punya orang luar,” jelas Dika.

Pengalaman mengikuti Merdeka Run bukan kali pertama bagi Dika, yang juga berpartisipasi pada tahun 2025. Kali ini, ia kembali mengikuti ajang tersebut dengan tujuan ganda, yakni memberikan dukungan kepada para pelari lain sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali. “Kalau kebetulan itu pernah sih bawa kostum yang lain ya, cuma tapi hari ini tuh bener-bener excited banget dan juga tujuan saya tuh lari pake kostum adalah bukan untuk ngejar pace, tapi tujuannya untuk mensuport temen-temen kita yang lagi jalan, yang lari buat makin happy di the race gitu,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Ini sebenernya udah diniatin pasti dan harus gitu. Karena itu tujuannya. Sampai yang lainnya juga bilang kita butuh uang, tapi tujuan saya di sini adalah untuk mensuport bahwa Bali itu ada dan untuk kita. Alhamdulillah best costume lagi.”

Peserta lain, Nadia Elyanah (31), seorang warga Jakarta Barat, turut memeriahkan acara dengan mengenakan baju adat khas Medan. Ia menilai Merdeka Run sebagai kegiatan yang sangat menyenangkan dan selalu dinantikan. “Saya ikut acara ini dengan kostum adat Medan untuk memeriahkan acara Merdeka Run, karena acaranya seru, best, dan sangat dinanti,” tutur Nadia.

Nadia mengaku baru pertama kali mencoba berlari dengan mengenakan kostum. Ia memilih baju adat Medan karena merasa kostum adat lainnya sudah sering terlihat dikenakan oleh peserta lain. “Kenapa memilih baju ini? Karena saya merasa baju adat yang lainnya sudah sering orang pakai, jadi saya memilih kostum Medan. Dan saya pun untuk lari nggak begitu ribet karena memilih baju yang nyaman buat dipakai lari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Jujur, perdana buat saya lari pakai baju adat ini. Khusus Merdeka Run untuk berat sih nggak, tapi seru aja, acaranya bagus banget.”

Sementara itu, Sugitno Cahyo (25), warga Rawamangun, Jakarta Timur, tampil beda dengan kostum Spiderman. Sugitno mengaku mengidolakan karakter Peter Parker sejak kecil. “Alasannya sejak saya kecil saya bener-bener mengidolakan Spiderman, Peter Parker. Nah alasannya kenapa pas olahraga lari ini saya pakai Spidermannya, karena kebanyakan orang patah hati, karena kebanyakan Peter Parker itu patah hati, nah kebanyakan dari patah hati itu lari,” katanya.

Sebagai seorang pecinta lari, Sugitno ingin menginspirasi anak muda untuk tetap aktif berolahraga. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan bernapas saat berlari meskipun mengenakan kostum Spiderman. “Kalau ini saya sudah terbiasa, dan ini pun masih bisa bernapas sebenarnya. Ini ada rongga-rongganya,” jelasnya.

Sugitno berharap generasi muda Indonesia semakin rajin menuntut ilmu dan menjaga kesehatan melalui olahraga. Ia juga menyuarakan harapannya agar Indonesia terbebas dari praktik korupsi dan menjadi negara yang lebih maju. “Harapan saya semoga anak-anak muda makin rajin menuntut ilmu, rajin olahraga, serta berani untuk mengungkapkan kebenaran agar Indonesia terbebas dari korupsi serta menjadi negara yang lebih maju,” harapnya.

Merdeka Run 2026 secara resmi dibuka dengan flag off yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pelepasan peserta dilakukan tepat pada pukul 06.00 WIB, diikuti oleh total 12.000 peserta.