Geger Online — JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2026-2031. Ia mengapresiasi gaya dakwah Miftachul Akhyar yang dinilai selalu mengedepankan kesejukan dan menjauhi kekerasan.
“Ini artinya sosok dakwah yang akan lebih ditampilkan lagi ke depan oleh sang kiai seperti yang sudah beliau lakukan sebelum-sebelumnya tentu saja sosok dakwah yang sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan,” ujar Abbas dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Anwar Abbas memuji KH Miftachul Akhyar yang kerap menyampaikan ceramah dengan pendekatan dialogis dan persuasif. Menurutnya, gaya dakwah yang diterapkan KH Miftachul Akhyar lebih cenderung merangkul daripada memukul.
“Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan dimana Kh. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik tapi harus lebih sejuk, dialogis dan persuasif,” tuturnya.
Ia menambahkan, KH Miftachul Akhyar menekankan bahwa berdakwah seharusnya bersifat mengajak, bukan mengejek; merangkul, bukan memukul; menyayangi, bukan menyaingi; mendidik, bukan membidik; membina, bukan menghina; serta mencari solusi, bukan mencari simpati dan membela, bukan mencela.
Lebih lanjut, Abbas juga menyoroti perhatian KH Miftachul Akhyar terhadap masalah ekonomi umat dan bangsa dalam ceramahnya. Ia menyebut Miftachul Akhyar sering mengingatkan umat Islam untuk memperkuat diri dalam bidang ekonomi dan bisnis.
“Bahkan kata beliau bila kita tidak bisa memperkuat diri dalam bidang ekonomi maka seperti yang disampaikannya dalam Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026, hal demikian akan bisa menyebabkan tidak bisanya kita menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan baik,” jelasnya.
Oleh karena itu, KH Miftachul Akhyar, menurut Abbas, meminta pemerintah untuk menegakkan kedaulatan ekonomi dan menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai landasan pembangunan ekonomi nasional. Hal ini bertujuan agar umat dan bangsa terbebas dari kemiskinan dan kebodohan, serta terciptanya keadilan ekonomi di negeri ini.
KH Miftachul Akhyar juga meminta pemerintah konsisten melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan dan kekayaan alam dikuasai negara demi kemakmuran rakyat. “Karena dengan itulah menurut Sang Kiai pengelolaan sumber daya alam nasional akan dapat didistribusikan secara baik dan benar untuk kemaslahatan rakyat luas serta untuk menghindari terjadinya ketimpangan sosial ekonomi yang tajam akibat dari penerapan sistem ekonomi yang terlalu liberal,” ujarnya.
Selain itu, Anwar Abbas juga mengucapkan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin atas terpilihnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Ia berharap Gus Kikin dapat mengimplementasikan program-program yang telah ditetapkan dalam Muktamar NU.
“Dan Insya Allah apa yang dicita-citakan oleh KH Miftachul Achyar tersebut akan bisa terwujud karena yang terpilih sebagai Ketum PBNU yang akan mengimplementasikan program-program yang telah ditetapkan oleh muktamar tersebut adalah Gus Kikin seorang tokoh yang sudah banyak berpengalaman dalam bidang manajemen, ekonomi dan bisnis,” kata Abbas.
Abbas berharap kedua tokoh tersebut dapat memajukan bangsa. “Semoga 2 tokoh ini kita harapkan akan bisa menampilkan NU yang sejuk dan berkemajuan yang akan membawa arti dan makna tidak hanya bagi NU dan umat tapi juga bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan,” imbuhnya.
Ikuti Geger Online
