Geger Online – 29 September 2026 | Kabar duka menyelimuti keluarga besar mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, menyusul meninggalnya sang ibunda tercinta, Rida Sampetondok Sambo, pada Senin, 28 September 2026. Di tengah sorotan publik yang sedang tertuju pada dokumenter mengenai kasus hukumnya, alasan Ferdy Sambo tak bisa hadiri pemakaman ibunya, terungkap kenangan terakhir almarhumah [titlebase] menjadi topik yang banyak dibicarakan. Kepergian sang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama bagi Sambo yang saat ini masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Kabar mengenai wafatnya Rida Sampetondok pertama kali mencuat melalui unggahan di akun Instagram resmi @ferdysambo_official. Dalam unggahan tersebut, terlihat potret almarhumah yang diiringi ucapan belasungkawa serta doa agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Meskipun kabar ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh kuasa hukum keluarga, Arman Hanis, pihak keluarga harus menelan pil pahit karena alasan Ferdy Sambo tak bisa hadiri pemakaman ibunya, terungkap kenangan terakhir almarhumah [titlebase], yakni status hukum yang membatasi ruang gerak sang mantan jenderal tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung.
Di sisi lain, publik belakangan ini kembali menyoroti sosok Ferdy Sambo seiring dirilisnya film dokumenter Netflix berjudul Skenario Sang Jenderal pada 18 September 2026. Dokumenter berdurasi 89 menit karya sutradara Rob Sixsmith ini mengupas tuntas kembali babak demi babak kasus pembunuhan Brigadir J yang mengguncang institusi kepolisian pada 2022 lalu. Film ini menyajikan kembali rekaman persidangan, kesaksian Bharada E, hingga wawancara dengan keluarga korban, yang secara tidak langsung kembali menghadirkan memori kolektif masyarakat tentang runtuhnya tembok kebohongan yang sempat dibangun Sambo.
Also Read
Bagi banyak pihak, rentetan peristiwa ini menjadi momen refleksi. Di saat ia harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya yang kini diulas kembali dalam dokumenter, ia pun harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sosok ibu tanpa bisa berada di sampingnya di saat-saat terakhir. Meski alasan Ferdy Sambo tak bisa hadiri pemakaman ibunya, terungkap kenangan terakhir almarhumah [titlebase], pihak kuasa hukum menegaskan bahwa kliennya tetap menerima keputusan tersebut dengan lapang dada meskipun dalam kondisi berduka.
Hingga kini, situasi di Lapas Kelas IIA Cibinong sendiri tengah menjadi perhatian setelah munculnya kabar pemeriksaan terhadap sejumlah narapidana terkait dugaan fasilitas mewah. Namun, di luar hiruk-pikuk pemberitaan tersebut, kehilangan seorang ibu merupakan pukulan emosional yang berat bagi siapapun, termasuk bagi Sambo yang kini menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi. Ketidakhadirannya di pemakaman menjadi penutup tragis dalam babak kehidupan pria yang dulunya merupakan perwira tinggi kepolisian tersebut.
Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik segala skenario hukum dan sorotan media, terdapat sisi kemanusiaan yang tak terelakkan. Kematian ibunda Sambo bukan sekadar berita duka bagi keluarga, melainkan juga simbol dari babak akhir kehidupan sang mantan jenderal yang kini harus benar-benar terisolasi dari dunia luar, bahkan di momen perpisahan paling sakral sekalipun.



