— IBM Indonesia Builders Day 2026 menyoroti peran krusial komunitas developer Teknologi Informasi (TI) Indonesia dalam memajukan masa depan ekonomi digital nasional. Pertumbuhan pesat komunitas developer ini dinilai menjadi pilar penting dalam mendukung ambisi digital Indonesia.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menekankan potensi besar ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai hampir US$ 130 miliar. Kebutuhan akan talenta digital diperkirakan mencapai 9 juta orang pada tahun 2030, menjadikan developer sebagai penggerak utama inovasi. Mereka berperan membantu organisasi memodernisasi operasional, mengakselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI), dan membuka peluang ekonomi baru.

Dr. Said Mirza Pahlevi, Direktur Ekosistem Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Emerging di Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menyatakan bahwa penguatan ekosistem digital Indonesia merupakan langkah fundamental bagi ambisi digital nasional. “Kolaborasi menjadi kunci untuk mengubah ambisi menjadi dampak nyata. Kolaborasi dengan IBM bukan hanya tentang memajukan teknologi, tetapi juga tentang mengembangkan talenta, memperkuat kapabilitas, dan memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan mempertemukan pemerintah, industri, dan komunitas, kita dapat membangun masa depan digital di mana inovasi menciptakan peluang dan ketahanan, serta memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya dalam acara IBM Indonesia Builders Day 2026.

Menanggapi perkembangan ekosistem digital Indonesia, IBM Indonesia memperkenalkan IBM Bob. Platform ini merupakan pengembangan berbasis agentic AI yang memprioritaskan AI dan mentransformasi seluruh siklus pengembangan perangkat lunak. IBM Bob memberdayakan developer untuk berinovasi lebih cepat, memangkas waktu migrasi dari bulan menjadi hari, mempercepat pencapaian hasil bisnis, serta meningkatkan produktivitas hingga 45%.

“Seiring percepatan adopsi AI oleh banyak organisasi, developer TI berada di garis depan dalam mengubah inovasi menjadi produktivitas, nilai bisnis, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan agentic AI, mereka dapat bergerak lebih cepat, menyelesaikan tantangan yang lebih kompleks, dan membangun solusi transformatif dalam skala besar,” ujar Dr. Said Mirza.

Juvanus Tjandra, Managing Director IBM Indonesia, menambahkan, “IBM Bob dirancang untuk mendukung perjalanan ini dengan memberikan developer akses terhadap teknologi AI, pembelajaran praktis, dan ekosistem kolaboratif yang mendorong mereka untuk berinovasi dengan percaya diri. Bersama pemerintah dan mitra industri, IBM berkomitmen untuk membantu developer TI Indonesia memimpin babak baru ekonomi AI.”

Kehadiran IBM Bob Dukung Pengembangan Perangkat Berbasis AI

Organisasi saat ini membutuhkan solusi AI yang memungkinkan developer bekerja lebih efisien sekaligus menjaga keamanan, tata kelola, dan kontrol yang esensial dalam inovasi perusahaan. IBM Bob dirancang untuk menjawab tantangan tersebut.

Sebagai mitra pengembangan berbasis AI yang mengutamakan AI (AI-first), IBM Bob mendukung seluruh siklus pengembangan perangkat lunak. Platform ini membantu tim dalam merencanakan, menulis kode, menguji, menerapkan, dan memodernisasi aplikasi dengan lebih cepat dan efektif.

IBM juga memperkenalkan Bob 2.0 atau “Bob Anywhere”, yang dilengkapi arsitektur multi-agen. Fitur ini memungkinkan developer mengotomatiskan tugas-tugas kompleks, mempercepat proses delivery perangkat lunak, serta berfokus pada inovasi yang menciptakan nilai lebih besar, sembari tetap menjaga tata kelola dan kontrol yang dibutuhkan perusahaan.

Selain itu, IBM meluncurkan Agentic Software Development Lifecycle (SDLC). Pendekatan ini memungkinkan agen berbasis AI untuk mendukung developer TI di berbagai tahapan pengembangan perangkat lunak, mulai dari desain dan coding hingga pengujian, keamanan, dan deployment. Bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan TI hybrid dan kompleks, pendekatan ini berpotensi meningkatkan produktivitas, mengurangi kompleksitas, serta mempercepat proses pengembangan dan penerapan perangkat lunak.