— JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) melihat potensi besar pada bisnis kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin pertumbuhan baru. BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ISAT, memperkirakan potensi keuntungan hingga 35,5%.

Melalui perusahaan patungan Zankore, Indosat menargetkan kapasitas komputasi berbasis NVIDIA GB300 sebesar 200 megawatt (MW) beroperasi penuh pada semester I-2027 dengan utilisasi mencapai 100%. Kapasitas ini diharapkan langsung memberikan kontribusi positif terhadap laba perusahaan.

Zankore merupakan usaha patungan (joint venture/JV) yang bergerak di bisnis neocloud. Perusahaan ini melibatkan Indosat, Ooredoo, NVIDIA, dan Nokia. Neocloud sendiri adalah penyedia infrastruktur komputasi awan yang dirancang untuk kebutuhan komputasi berperforma tinggi, termasuk unit pemrosesan grafis (GPU) untuk kebutuhan AI.

Pada fase awal, Zankore berencana membangun GPU GB300 NVL72 atau Blackwell Ultra dengan kapasitas 200 MW hingga pertengahan 2027. Kapasitas tersebut akan ditempatkan di tiga pusat data pihak ketiga: Jatiluhur milik BDx, Batang milik MGLV, dan salah satu kampus pusat data milik DCII.

Seluruh kapasitas awal Zankore dikabarkan telah memiliki kontrak. Hal ini membuat tingkat utilisasi ditargetkan mencapai 100% sejak operasional dimulai. “Dengan begitu, hasil usaha Zankore dapat langsung memberikan tambahan positif terhadap laba bersih sejak hari pertama operasional,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya.

Indosat belum merinci besaran kepemilikan sahamnya dalam perusahaan patungan ini. Namun, ISAT akan memberikan kontribusi modal tunai dalam porsi minoritas, dan investasi ini akan dicatat sebagai entitas asosiasi.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kontribusi laba dari entitas asosiasi ini dapat mencapai Rp 405-810 miliar bagi Indosat pada tahun 2027. Angka ini diprediksi meningkat menjadi Rp 1-2 triliun pada 2028, dengan asumsi kepemilikan ISAT berkisar antara 20% hingga 40%.

Perkiraan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk GB300 adalah US$ 28-33 juta per MW. Dengan kapasitas tahap pertama 200 MW, total kebutuhan capex Zankore diperkirakan mencapai US$ 6 miliar. Sekitar 73% dari jumlah tersebut diasumsikan akan dibiayai melalui utang.

Potensi Cuan Saham ISAT

Dengan asumsi kepemilikan Indosat sebesar 20%-40% dan rentang valuasi EV/EBITDA 5-10 kali, nilai kepemilikan ISAT di Zankore ditaksir berkisar antara Rp 8,6 triliun hingga Rp 65,8 triliun. Perhitungan ini meningkatkan estimasi nilai wajar saham ISAT berdasarkan metode sum of the parts (SOTP) menjadi Rp 2.740-4.510 per saham, naik dari sebelumnya Rp 2.500.

Meskipun demikian, BRI Danareksa belum memasukkan Zankore ke dalam proyeksi kinerja Indosat secara penuh karena informasi yang tersedia masih terbatas. Namun, BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham ISAT.

Target harga saham ISAT dinaikkan menjadi Rp 3.430 dari sebelumnya Rp 2.500, mengindikasikan potensi keuntungan sebesar 35,5%. Pandangan taktis tiga bulan terhadap ISAT juga ditingkatkan dari netral menjadi overweight.

Peningkatan pandangan ini didasari oleh potensi kenaikan valuasi ISAT seiring dengan evaluasi perusahaan sejenis di bisnis neocloud. BRI Danareksa menilai Zankore dapat membuka peluang valuasi Indosat yang lebih tinggi, seiring dengan berkembangnya eksposur perusahaan terhadap bisnis AI dan infrastruktur komputasi berperforma tinggi.