Geger Online — JAKARTA – Jalur pendakian Gunung Semeru secara resmi ditutup total oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Keputusan ini diambil menyusul adanya insiden kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Blok Ranu Kembang.
Penutupan jalur pendakian tersebut berdampak pada ribuan calon pendaki yang telah merencanakan perjalanan mereka menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa. Kebijakan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Data menunjukkan bahwa seluruh pendaki yang terdampak dijadwalkan melakukan pendakian antara tanggal 27 Agustus hingga 2 September 2026.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, membenarkan jumlah pengunjung yang gagal mendaki akibat peristiwa ini. Menurut Endrip, total ada 1.235 pendaki yang terdampak.
“Kalau yang terdampak ada 162 kelompok, yakni 1.217 WNI dan 18 WNA,” ujar Endrip saat dikonfirmasi.
Bagi para pemegang tiket, Balai Besar TNBTS menyediakan dua opsi solusi. Pertama adalah pengembalian dana penuh (refund) dan kedua adalah penjadwalan ulang (reschedule) tanpa biaya tambahan. Proses pengembalian dana akan ditransfer langsung ke rekening pengunjung, dengan perkiraan waktu penyelesaian 3 hingga 14 hari kerja setelah data terverifikasi.
Bagi pengunjung yang memilih opsi penjadwalan ulang, masa kunjungan baru yang ditawarkan adalah mulai 15 September hingga 30 November 2026. Pihak pengelola menerapkan aturan ketat untuk mencegah penyalahgunaan tiket dalam skema ini.
Ikuti Geger Online
