Geger Online – 25 September 2026 | Dunia politik tanah air kembali diselimuti suasana kehilangan yang mendalam. Kabar duka: Menteri Sosial era SBY, Bachtiar Chamsyah wafat pada Kamis, 24 September 2026, pukul 19.20 WIB. Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, meninggalkan jejak pengabdian panjang bagi bangsa dan negara.
Kabar duka: Menteri Sosial era SBY, Bachtiar Chamsyah wafat ini pertama kali dikonfirmasi oleh sejumlah kolega politik almarhum. Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, yang mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok senior tersebut. Mardiono menuturkan bahwa ia sempat berkomunikasi dengan putra almarhum, M. Iqbal, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Agam, sesaat sebelum beliau berpulang. Meski rencana untuk menjenguk telah disusun, takdir berkata lain.
Bachtiar Chamsyah dikenal sebagai politisi yang konsisten dan memiliki dedikasi tinggi terhadap isu-isu keumatan. Lahir di Sigli, Aceh, pada 31 Desember 1945, perjalanan kariernya mencerminkan integritas seorang pejuang politik. Sebelum memegang jabatan menteri, Bachtiar telah matang di kancah parlemen. Rekam jejaknya mencakup masa jabatan sebagai anggota DPRD Sumatera Utara hingga kiprahnya di DPR RI, di mana ia sempat memimpin Komisi V serta memimpin Pansus Buloggate-Bruneigate yang fenomenal pada tahun 2000.
Also Read
Kiprahnya di pemerintahan dimulai saat ia dipercaya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mengisi posisi Menteri Sosial dalam Kabinet Gotong Royong. Kepercayaan tersebut berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana ia kembali didaulat untuk memimpin kementerian yang sama. Bagi kolega di PPP, almarhum bukan sekadar politisi, melainkan mentor yang selalu mengedepankan solusi atas persoalan masyarakat serta pelestarian adat dan budaya.
Kabar duka: Menteri Sosial era SBY, Bachtiar Chamsyah wafat ini juga menyisakan duka bagi para tokoh nasional lainnya. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, melalui akun media sosialnya, menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman pribadinya yang berlokasi di Jalan Puspitek Raya, Gang Samping Kelurahan Setu, Tangerang Selatan. Kepergian sosok yang memulai karier organisasinya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menjadi kehilangan besar bagi dunia perpolitikan Indonesia. Dedikasi Bachtiar Chamsyah dalam memperjuangkan kepentingan umat dan konsistensinya dalam berpolitik akan selalu dikenang sebagai teladan bagi generasi penerus.
Semasa hidupnya, Bachtiar Chamsyah telah melewati berbagai dinamika politik nasional dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip yang ia yakini. Pengabdiannya selama dua periode kepemimpinan nasional menjadi bukti nyata kontribusi beliau dalam membangun fondasi sosial kemasyarakatan di Indonesia. Kini, sosok pejuang tersebut telah beristirahat dengan tenang, meninggalkan warisan pemikiran dan semangat juang yang akan terus hidup dalam ingatan kolektif rekan-rekan seperjuangan serta masyarakat yang pernah bersentuhan dengan kebijakan-kebijakannya.



