KAI Perpanjang Rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, Rampung 2028

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

24 September 2026, 11:53 WIB

KAI Perpanjang Rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, Rampung 2028
KAI Perpanjang Rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, Rampung 2028
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 24 September 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk meningkatkan layanan transportasi massal di wilayah aglomerasi. Langkah besar ini ditandai dengan rencana KAI perpanjang rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, rampung 2028, yang diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang di jalur-jalur utama Jabodetabek. Kebijakan ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam pemaparannya, Bobby menjelaskan bahwa kebutuhan akan mobilitas masyarakat terus meningkat. Saat ini, volume penumpang harian KRL telah mencapai rata-rata 1,1 juta orang, dengan lonjakan hingga 1,3 juta orang pada periode puncak atau akhir pekan. Oleh karena itu, KAI perpanjang rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, rampung 2028 menjadi solusi krusial untuk mengejar target kapasitas angkut hingga 2 juta penumpang per hari dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk rute Bekasi, KAI akan melakukan elektrifikasi rel atau penambahan listrik aliran atas (LAA) dari Stasiun Cikarang menuju Cikampek dengan panjang jalur sekitar 42 kilometer. Sementara itu, untuk jalur Bogor yang selama ini hanya berhenti di Stasiun Bogor Kota, akan diteruskan hingga mencapai Cigombong hingga kawasan Lido, Sukabumi. Perpanjangan ini tidak hanya menambah jangkauan layanan, tetapi juga diproyeksikan menambah kapasitas angkut ke arah selatan sebesar 30 persen.

Selain perluasan jangkauan, KAI juga fokus pada optimalisasi operasional di jalur Green Line atau rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Perusahaan menargetkan peningkatan infrastruktur agar jalur tersebut nantinya dapat mengakomodasi rangkaian KRL dengan 12 gerbong (SF12). Langkah teknis yang dilakukan meliputi:

  • Penambahan 5 gardu traksi baru di sepanjang jalur.
  • Peningkatan kapasitas 9 gardu traksi yang sudah ada.
  • Modernisasi sistem persinyalan untuk efisiensi waktu tunggu.

Melalui pembaruan sistem persinyalan ini, KAI berupaya memangkas waktu tunggu antar kereta (headway) yang saat ini berada di kisaran 10 hingga 15 menit, menjadi lebih singkat yakni 4 hingga 5 menit saja. Peningkatan infrastruktur ini ditargetkan tuntas pada semester pertama tahun 2027, mendahului target penyelesaian proyek KAI perpanjang rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, rampung 2028.

Di sisi lain, KAI juga tengah melakukan konsolidasi internal melalui proses inbreng dengan PT Industri Kereta Api (Inka) yang ditargetkan efektif per 1 Januari 2027. Integrasi ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan manufaktur Inka dengan keahlian rekayasa Balai Yasa milik KAI. Dengan adanya sinergi ini, efisiensi logistik dalam perawatan dan produksi kereta api diharapkan dapat mencapai level maksimal, sehingga mendukung kelancaran operasional KRL di seluruh jalur.

Secara keseluruhan, proyeksi pengembangan infrastruktur perkeretaapian ini merupakan bagian dari visi besar KAI dalam menyediakan moda transportasi yang lebih inklusif dan efisien. Dengan selesainya seluruh tahapan pada tahun 2028, masyarakat di wilayah penyangga seperti Karawang dan Sukabumi akan mendapatkan akses transportasi yang jauh lebih baik menuju pusat kota Jakarta, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengurangan beban kemacetan jalan raya.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru