Geger Online — BEKASI – Insiden ledakan yang diduga dipicu kebocoran tabung gas mengakibatkan enam orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar serius di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dua dari enam korban tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi.
Korban yang meninggal dunia adalah Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7). Peristiwa nahas ini bermula ketika salah satu anggota keluarga, Enah, sedang memasak dan menghangatkan nasi pada Sabtu. Diduga terjadi kebocoran pada tabung gas yang digunakan.
Keluarga korban, Tami (55), yang tinggal bersebelahan dengan lokasi kejadian, menuturkan bahwa Enah sempat meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki tabung gas yang bocor. “Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin,” ujar Tami.
Tak lama setelah permintaan bantuan itu, terdengar suara ledakan keras dari rumah korban. “Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya,” tambah Tami.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), menjelaskan bahwa ia mengetahui kejadian tersebut setelah didatangi oleh anak korban yang meminta pertolongan. Setibanya di lokasi, beberapa korban sudah berada di luar rumah dengan kondisi luka bakar.
Keenam korban segera dievakuasi. Tiga orang dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika. Menurut Suta, kebakaran diduga terjadi saat ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas yang mengalami kebocoran kemudian memicu api saat hendak diperbaiki atau diganti, menyambar orang-orang di dalam ruangan.
“Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” jelas Suta.
Dua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar sangat parah, dengan luas luka diperkirakan mencapai lebih dari 90 persen. “Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Enah dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen. Amelya Putri dirawat di ruang rawat inap karena luka bakar di kaki dan tangan di bawah 50 persen. Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15), dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika, dengan Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
Kondisi kelima korban yang masih dirawat belum dapat dipastikan secara detail karena mereka belum diizinkan dijenguk. Namun, berdasarkan penanganan awal, luka bakar mereka tergolong serius. “Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen,” kata Suta.
Kasus ledakan tabung gas yang merenggut nyawa ayah dan anak ini kini tengah ditangani oleh Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ikuti Geger Online
