— BEKASI – Insiden ledakan yang diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas terjadi di Kampung Pulo Kapuk, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2020). Peristiwa nahas ini menyebabkan enam orang dalam satu keluarga menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.

Korban yang meninggal dunia adalah Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7). Keduanya menghembuskan napas terakhir setelah tim medis RSUD Kabupaten Bekasi berupaya menyelamatkan nyawa mereka.

Menurut Tami (55), salah seorang keluarga korban yang tinggal bersebelahan, kejadian bermula saat Enah, ibu korban, sedang memasak dan menghangatkan nasi. Diduga saat itulah terjadi kebocoran pada tabung gas. “Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin,” ujar Tami mengutip perkataan Enah, Minggu (30/8/2020).

Tak lama setelah permintaan tolong tersebut dilayangkan, terdengar suara ledakan keras dari rumah korban. Tami yang berada di sebelah rumah mengaku mendengar suara ledakan tersebut. “Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya,” tuturnya.

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah didatangi oleh salah satu anak korban yang meminta pertolongan. Setibanya di lokasi, ia mendapati sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi luka bakar yang cukup parah.

Keenam korban kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Tiga korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika. Dugaan awal, kebakaran terjadi saat Enah sedang memasak nasi. Kebocoran pada tabung gas diduga menyambar api saat ia hendak mengganti atau memperbaiki tabung, yang kemudian membakar orang-orang di dalam ruangan.

“Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” jelas Suta.

Suta menambahkan bahwa dua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar yang sangat parah, diperkirakan mencapai lebih dari 90 persen dari luas tubuhnya. “Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Enah, ibu korban, dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen. Amelya Putri, salah satu korban lainnya, menjalani perawatan di ruang rawat inap karena mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.

Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15), dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya. Kondisi kritis atau tidaknya kelima korban yang masih dirawat belum dapat dipastikan karena mereka belum diizinkan untuk dijenguk. “Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen,” ujar Suta.

Kasus ledakan tabung gas yang mengakibatkan korban jiwa ini kini tengah ditangani oleh pihak Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi untuk penyelidikan lebih lanjut.