Geger Online – 21 September 2026 | Lazio kini tengah menjadi pusat perhatian di kancah sepak bola Italia setelah mencatatkan awal musim yang fenomenal. Di bawah asuhan pelatih baru Gennaro Gattuso, klub ibu kota ini berhasil mengumpulkan 13 poin dari lima pertandingan perdana, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya, bahkan pada masa kejayaan saat mereka memenangkan gelar juara liga. Keberhasilan ini menempatkan Lazio di posisi puncak klasemen, bersaing ketat dengan Inter Milan dan AS Roma dalam perburuan gelar musim ini.
Transformasi yang dibawa oleh Gattuso menjadi kunci utama di balik kesuksesan ini. Meskipun publik masih sering mengaitkan sang pelatih dengan julukan lamanya, ‘Ringhio’, yang identik dengan permainan keras dan defensif, realitas di lapangan menunjukkan hal yang jauh berbeda. Gattuso telah meramu taktik modern yang sangat cair. Dalam formasi dasar 4-3-3, tim menunjukkan agresivitas tinggi, namun saat menyerang, skema berubah menjadi 3-3-4 yang mematikan. Pergerakan pemain seperti Tijjani Noslin, yang kini menjadi ujung tombak utama, serta kontribusi Davide Frattesi dan Nuno Tavares, menunjukkan betapa fleksibelnya gaya permainan yang diterapkan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan psikologis Gattuso terhadap skuadnya. Sang pelatih dikenal sebagai sosok yang sangat jujur dan tegas. Ia bahkan secara berani menolak kedatangan Mauro Icardi demi menjaga kepercayaan para pemain yang sudah ada. Dedikasi Gattuso dalam memotivasi pemain, termasuk mereka yang sempat berada di pinggiran skuad, telah menciptakan ikatan emosional yang kuat. Pemain seperti Frattesi bahkan menyebut bahwa skuad rela berjuang habis-habisan di lapangan demi filosofi yang ditanamkan oleh sang pelatih.
Also Read
Saat ini, tim sedang memasuki jeda internasional, di mana delapan pemain kunci dipanggil untuk membela negara masing-masing. Davide Frattesi menjadi sorotan setelah dipanggil oleh Roberto Mancini ke tim nasional Italia, sementara Nuno Tavares, Gustav Isaksen, dan Albert Gudmundsson juga akan beraksi di ajang UEFA Nations League. Meskipun kehilangan banyak pemain untuk sementara waktu, Gattuso tetap fokus menyiapkan program latihan bagi mereka yang tinggal, memastikan intensitas permainan tetap terjaga saat kompetisi domestik kembali bergulir.
Situasi di ruang ganti tetap kondusif meski terdapat tantangan jadwal yang padat. Dengan kombinasi taktik yang canggih, manajemen psikologi yang tepat, serta semangat juang yang tinggi, Lazio telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di papan atas. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang berhasil mengubah skeptisisme publik menjadi kekaguman atas performa luar biasa yang mereka tunjukkan sejauh ini.
Perjalanan panjang menuju akhir musim masih membentang, namun fondasi yang dibangun oleh Gattuso memberikan harapan baru bagi para pendukung. Dengan konsistensi yang terjaga dan kedalaman skuad yang mulai teruji, ambisi untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen bukanlah hal yang mustahil bagi tim yang kini bermain dengan keberanian dan identitas yang jelas.




