Geger Online — JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil memangkas total utangnya sebesar Rp 2,15 triliun. Penurunan ini dicapai melalui serangkaian strategi, termasuk restrukturisasi keuangan, pemilihan proyek yang selektif, percepatan penagihan piutang, dan peningkatan keunggulan operasional.
Tonggak utama dalam upaya penyehatan keuangan Perseroan adalah restrukturisasi keuangan tahap I yang diselesaikan pada 28 Februari 2024. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan hingga 30 Juni 2026, WIKA telah melunasi kewajiban kepada kreditur perbankan dan surat utang senilai Rp 4,17 triliun. Pembayaran sebesar Rp 915,83 miliar di antaranya dilakukan dalam periode kuartal kedua 2025 hingga kuartal kedua 2026.
Selain itu, WIKA juga berhasil menurunkan nilai utang kepada mitra kerja secara signifikan pasca restrukturisasi tahap I. Total penurunan mencapai Rp 5,02 triliun, dengan Rp 1,23 triliun di antaranya terealisasi pada kuartal kedua 2025 hingga kuartal kedua 2026. Saat ini, sisa utang kepada mitra kerja tercatat sebesar Rp 4,32 triliun.
Dengan pemenuhan kewajiban kepada kreditur dan mitra kerja tersebut, WIKA membukukan realisasi penurunan total utang sebesar Rp 2,15 triliun sepanjang kuartal kedua 2025 hingga kuartal kedua 2026. Perbaikan arus kas operasi juga diperkuat melalui pemilihan proyek yang lebih selektif, dengan fokus pada pembayaran bulanan (monthly progress) yang kini mencapai 96% dari total kontrak berjalan.
Upaya percepatan penagihan piutang juga membuahkan hasil. Sepanjang kuartal kedua 2025 hingga kuartal kedua 2026, WIKA berhasil menurunkan total piutang sebesar Rp 2,07 triliun, yang secara langsung berkontribusi pada ketersediaan likuiditas.
Dari sisi operasional, Gross Profit Margin (GPM) pada kuartal II 2026 tercatat meningkat menjadi 14,1%, naik dari 8,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan margin ini didorong oleh keunggulan aktivitas bisnis utama di sektor infrastruktur & Bangunan Gedung serta EPCC, yang turut berkontribusi pada EBITDA operasi Perseroan yang mencapai positif Rp 769,01 miliar.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyatakan bahwa penerapan langkah transformasi ini merupakan bagian krusial dari upaya penyehatan perusahaan. “Penurunan utang mitra kerja dan kreditur, pengelolaan kas yang tepat, peningkatan tata kelola, penurunan opex, dan penerapan lean construction menjadi prioritas utama Perseroan dalam memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/8/2026).
Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional agar semakin optimal di tengah tantangan sektor konstruksi. “Perseroan memberikan apresiasi atas dukungan yang telah dan akan diberikan sehingga langkah penyehatan ini dapat berjalan baik. Transformasi penyehatan ini adalah upaya berkelanjutan yang secara konsisten akan dijalankan Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholders,” tutup Ngatemin.
Ikuti Geger Online
