Xiaomi Ubah Strategi Flagship: Pro Max Gantikan Varian Xiaomi 18 Ultra dengan Chipset 2nm, Bawa Sensor 200 MP

Author Image

notesrss

-

gegeronline.co.id

Terbit

7 Oktober 2026, 11:52 WIB

Xiaomi Ubah Strategi Flagship: Pro Max Gantikan Varian Xiaomi 18 Ultra dengan Chipset 2nm, Bawa Sensor 200 MP
Xiaomi Ubah Strategi Flagship: Pro Max Gantikan Varian Xiaomi 18 Ultra dengan Chipset 2nm, Bawa Sensor 200 MP
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 07 Oktober 2026 | Pasar ponsel kelas atas kembali diguncang oleh langkah strategis dari raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memutuskan untuk tidak merilis model Ultra pada seri terbaru mereka. Sebagai gantinya, Pro Max gantikan varian Xiaomi 18 Ultra dengan chipset 2nm, bawa sensor 200 MP yang diprediksi akan menjadi standar baru bagi perangkat flagship di masa depan.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tantangan harga yang sangat tinggi jika model Ultra tetap diproduksi. Bocoran dari pengamat industri menyebutkan bahwa biaya produksi untuk spesifikasi yang diusung varian Ultra dapat mencapai angka 10.000 Yuan atau sekitar Rp26 jutaan untuk konfigurasi memori dasar. Angka tersebut dinilai terlalu mahal dan berisiko menekan angka penjualan, sehingga model Pro Max gantikan varian Xiaomi 18 Ultra dengan chipset 2nm, bawa sensor 200 MP sebagai solusi yang lebih masuk akal secara bisnis namun tetap menawarkan performa premium.

Perangkat baru ini dipastikan mengusung teknologi mutakhir. Berikut adalah rincian spesifikasi utama yang menjadi andalan Xiaomi 18 Pro Max:

  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dengan fabrikasi 2 nanometer (2nm).
  • Layar: OLED datar berukuran 6,4 inci dengan bezel simetris yang sangat tipis.
  • Baterai: Kapasitas besar 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 100 watt.
  • Kamera: Sistem dual-sensor 200 MP dengan teknologi Lofic 3.0 untuk kamera utama dan telefoto periskop.

Kehadiran chipset 2nm ini menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari generasi sebelumnya. Integrasi mendalam antara perangkat keras dan sistem operasi HyperOS memastikan efisiensi daya yang jauh lebih baik. Meskipun lensa ultra-wide 200 MP ditiadakan sebagai langkah efisiensi biaya, kemitraan strategis dengan Leica tetap dipertahankan untuk menjamin kualitas fotografi kelas dunia.

Strategi di mana Pro Max gantikan varian Xiaomi 18 Ultra dengan chipset 2nm, bawa sensor 200 MP ini juga mencerminkan pergeseran fokus Xiaomi dalam menembus pasar global. Jika pada seri sebelumnya model Pro dan Pro Max hanya eksklusif untuk pasar Tiongkok, kini Xiaomi mulai memperkenalkan lini tersebut ke pasar internasional, termasuk Indonesia. Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, bahkan telah memamerkan wujud fisik perangkat ini dalam sebuah acara di Jakarta, menandakan kesiapan perusahaan untuk segera merilisnya secara luas.

Langkah ini menandai babak baru bagi Xiaomi dalam menyeimbangkan antara inovasi teknologi ekstrem dan keberlanjutan harga. Dengan meniadakan varian Ultra sementara waktu, Xiaomi lebih memilih untuk mengoptimalkan performa pada model Pro Max agar tetap kompetitif di tengah persaingan pasar ponsel premium yang semakin ketat. Konsumen kini dapat menantikan perangkat yang tidak hanya bertenaga secara komputasi, tetapi juga unggul dalam sektor pencitraan melalui sensor resolusi tinggi yang diusungnya.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru