Geger Online — JAKARTA – PT Yosun Tire and Rubber Indonesia berencana menanamkan investasi sebesar Rp 4 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China ini akan mengembangkan fasilitas di atas lahan seluas 40 hektare dan diperkirakan mampu menyerap 4.000 tenaga kerja.
Investasi ini difokuskan untuk pengembangan industri pendukung ekosistem otomotif dengan target utama pasar ekspor. Fasilitas Yosun Tire di KEK Industropolis Batang juga direncanakan menjadi kantor pusat perusahaan di Indonesia.
Komitmen investasi ini merupakan salah satu hasil dari Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). Forum yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, asosiasi, dan pengelola kawasan industri untuk menjajaki peluang kolaborasi dan investasi.
CJIBF 2026 dihadiri sekitar 400 peserta dan menghasilkan 74 pertemuan dari 36 pelaku usaha yang akan ditindaklanjuti. Secara keseluruhan, forum ini mencatat potensi investasi senilai Rp 19,07 triliun bagi Jawa Tengah.
General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, Weng Jisheng, menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam rencana pengembangan bisnis perusahaan. “Indonesia memiliki potensi yang besar dan posisi yang penting dalam pengembangan bisnis kami. Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang,” ujar Weng.
Menurut Weng, Batang berpotensi menjadi basis bagi Yosun untuk memperluas bisnisnya, termasuk menjangkau pasar ekspor. Rencana ini menegaskan orientasi jangka panjang perusahaan dalam membangun basis usaha di Indonesia. Investasi tersebut juga diproyeksikan memperkuat rantai pasok industri otomotif, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya manfaat investasi yang lebih luas bagi daerah, termasuk penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, peningkatan sumber daya manusia, dan pembukaan peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
Ekosistem KEK Industropolis Batang
KEK Industropolis Batang dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi yang menggabungkan fungsi industri, logistik, komersial, hunian, dan fasilitas pendukung. Kawasan ini dilengkapi infrastruktur, utilitas, konektivitas logistik, dan fasilitas penunjang bagi investor.
Pengembangan kawasan berfokus pada tiga tema utama: manufaktur, logistik, dan pariwisata. Konsep ini memungkinkan integrasi antara kegiatan produksi dengan distribusi, perdagangan, dan kebutuhan masyarakat.
KEK Industropolis Batang menawarkan berbagai pilihan fasilitas, termasuk Industrial Land untuk lahan siap kembangkan, Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP) atau Standard Factory Building untuk percepatan operasional, serta modern warehouse untuk logistik dan penyimpanan. Selain itu, commercial land, commercial space, dan residential dikembangkan untuk mendukung kegiatan bisnis, perkantoran, ritel, dan hunian.
Dari sisi konektivitas, kawasan ini memiliki akses langsung ke Jalan Tol Trans-Jawa dan jalur nasional Pantura. Akses kereta api dan fasilitas pelabuhan juga tersedia untuk menunjang kegiatan logistik dan mobilitas industri. Utilitas yang disediakan meliputi air bersih, pengolahan air limbah, listrik, gas, dan jaringan telekomunikasi.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana S, menyatakan bahwa pengembangan kawasan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan investor yang komprehensif. “Bagi kami, investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha,” jelas Angga.
Angga menambahkan bahwa berbagai produk dan fasilitas kawasan terus dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan investor dari beragam sektor dan skala usaha. Ke depan, KEK Industropolis Batang membuka peluang investasi pada sektor manufaktur, logistik, serta pengembangan kawasan komersial dan pariwisata.
Ikuti Geger Online
