Drama Poljud: Ivan Perišić Jadi Sorotan Dunia, Dari Aksi LeBron James Hingga Kontroversi Kartu Merah

Author Image

blog_panel

-

gegeronline.co.id

Terbit

8 Oktober 2026, 09:52 WIB

Drama Poljud: Ivan Perišić Jadi Sorotan Dunia, Dari Aksi LeBron James Hingga Kontroversi Kartu Merah
Drama Poljud: Ivan Perišić Jadi Sorotan Dunia, Dari Aksi LeBron James Hingga Kontroversi Kartu Merah
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 08 Oktober 2026 | Stadion Poljud di Split, Kroasia, menjadi saksi bisu laga dramatis dalam lanjutan UEFA Nations League antara Kroasia melawan Spanyol. Di balik kekalahan tuan rumah dengan skor 1-2, sosok ivan perišić menjadi pusat perhatian publik, baik karena performa di lapangan maupun insiden kontroversial yang memicu perdebatan luas di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Kroasia sempat tampil dominan dan membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 melalui sundulan tajam ivan perišić. Gol tersebut membakar semangat pendukung tuan rumah yang memadati stadion. Namun, Spanyol yang berstatus juara bertahan mampu menunjukkan mentalitas tangguh di babak kedua, terutama setelah pelatih Luis de la Fuente memasukkan Mikel Merino yang akhirnya mencetak dua gol penentu kemenangan.

Di luar urusan skor, penampilan fisik ivan perišić saat bertanding turut menarik perhatian warganet dan media global. Sang pemain terlihat mengenakan kompresi lengan (sleeve) pada tangan kirinya, sementara tangan kanannya hanya dibalut perban putih sederhana. Penampilan unik ini segera memicu perbandingan di media sosial, di mana banyak pihak menyamakannya dengan gaya ikonik bintang NBA, LeBron James, yang kerap menggunakan atribut serupa di lapangan basket. Foto perbandingan keduanya pun viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Namun, suasana berubah drastis ketika pertandingan memasuki menit ke-79. ivan perišić harus menerima pil pahit setelah wasit Erik Lambrechts mengeluarkan kartu kuning keduanya menyusul kontak dengan bek Spanyol, Marc Cucurella. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Kroasia, termasuk kapten Luka Modrić yang menilai bahwa rekan setimnya itu tidak layak diusir keluar lapangan. Modrić menegaskan bahwa ivan perišić berusaha menghindari kontak, namun Cucurella justru memaksimalkan situasi tersebut agar wasit meniup peluit.

Kontroversi ini tidak hanya berhenti di lapangan. Mantan wasit La Liga, Eduardo Iturralde Gonzalez, secara terbuka mengkritik keputusan tersebut. Menurutnya, meskipun terjadi kontak fisik, pelanggaran tersebut tidak cukup berat untuk diganjar kartu kuning kedua. Senada dengan itu, legenda tenis asal Jerman, Boris Becker, turut melontarkan kritik pedas melalui media sosial. Becker menyoroti gaya permainan Cucurella yang dianggapnya sering memprovokasi reaksi lawan, sehingga memicu perdebatan mengenai objektivitas kepemimpinan wasit dalam laga tersebut.

Kekalahan ini membuat Spanyol memastikan diri lolos ke perempat final dengan catatan sempurna, sementara Kroasia harus menelan kekecewaan mendalam. Insiden kartu merah yang dialami pemain senior andalan mereka akan terus diingat sebagai titik balik krusial yang mengubah jalannya pertandingan di Split.

Secara keseluruhan, laga ini menyisakan catatan pahit bagi Kroasia. Meskipun sempat tampil impresif di awal, keputusan wasit yang kontroversial terhadap ivan perišić terbukti menjadi faktor pembeda yang fatal. Perdebatan mengenai efektivitas penggunaan teknologi dan ketegasan wasit dalam situasi krusial seperti ini dipastikan akan terus berlanjut di masa depan, mengingat dampaknya yang sangat signifikan bagi hasil akhir sebuah pertandingan besar.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru