Geger Online – 08 Oktober 2026 | Jakarta menjadi saksi sejarah baru dalam tubuh kepolisian Indonesia ketika Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Perubahan kepemimpinan ini menandai babak baru bagi institusi Bhayangkara, di mana Usai tak dipimpin Listyo, Kapolri Suyudi ganti tagline presisi jadi polisi bersama masyarakat [titlebase] sebagai visi utama dalam membawa Polri lebih dekat dengan rakyat. Langkah ini diambil sebagai upaya penyegaran organisasi pasca-diberhentikannya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan hormat.
Proses suksesi ini berjalan dengan sangat efisien. Sebelumnya, DPR RI melalui Komisi III telah memberikan persetujuan aklamasi terhadap pencalonan Suyudi Ario Seto dalam uji kelayakan dan kepatutan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman. Persetujuan tersebut kemudian dikukuhkan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-8 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Kecepatan proses ini didasari oleh Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Surpres/09/2026 yang diterima pimpinan DPR pada 30 September 2026.
Dalam pidato singkat setelah pelantikan, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa Usai tak dipimpin Listyo, Kapolri Suyudi ganti tagline presisi jadi polisi bersama masyarakat [titlebase] bukan sekadar perubahan slogan, melainkan komitmen untuk mengubah paradigma penegakan hukum yang lebih inklusif. Selain melantik Suyudi, Presiden Prabowo juga melantik Irjen Wahyudi Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri baru, menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.
Also Read
Perubahan fokus ini diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di masa depan. Dengan mengusung semangat kolaborasi, Polri di bawah kepemimpinan Suyudi berkomitmen untuk melibatkan partisipasi publik dalam setiap aspek pemeliharaan keamanan. Slogan baru tersebut menjadi manifestasi dari keinginan institusi untuk menghapus sekat antara aparat dan warga, sejalan dengan visi besar pemerintahan baru.
Dalam transisi kepemimpinan ini, publik menaruh harapan besar agar Polri semakin profesional dan transparan. Keberhasilan Jenderal Suyudi dalam memimpin institusi sebesar Polri akan diuji melalui bagaimana implementasi visi polisi bersama masyarakat di lapangan. Sesuai dengan sumpah jabatan yang diucapkan di depan Presiden Prabowo, Suyudi berjanji untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan Tribrata sebagai pedoman hidup anggota Polri.
Secara keseluruhan, pelantikan ini menjadi momentum penting dalam sejarah Polri. Dengan semangat baru yang dibawa oleh pimpinan yang baru dilantik, diharapkan institusi kepolisian dapat terus beradaptasi dengan dinamika sosial yang ada. Penting untuk dicatat bahwa Usai tak dipimpin Listyo, Kapolri Suyudi ganti tagline presisi jadi polisi bersama masyarakat [titlebase] adalah langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang kini berfokus pada kemitraan erat dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia.




