Dukungan Donald Trump Gagal Dongkrak Suara Netanyahu di Pemilu

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

24 Oktober 2026, 19:53 WIB

Dukungan Donald Trump Gagal Dongkrak Suara Netanyahu di Pemilu
Dukungan Donald Trump Gagal Dongkrak Suara Netanyahu di Pemilu
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 24 Oktober 2026 | Upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengamankan posisinya dalam pemilihan umum mendatang pada 27 Oktober menghadapi tantangan berat. Meski telah mendapatkan dukungan terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, realita di lapangan menunjukkan bahwa Dukungan Donald Trump gagal dongkrak suara Netanyahu di pemilu [titlebase]. Alih-alih mendapatkan lonjakan elektabilitas, langkah politik ini justru dinilai tidak memberikan dampak positif signifikan bagi posisi Netanyahu di mata pemilih Israel.

Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa partai Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan hanya akan meraih 21 kursi di parlemen. Angka ini tertinggal dari partai Yashar pimpinan mantan panglima militer Gadi Eisenkot yang diprediksi mampu mengamankan 24 kursi. Berdasarkan survei terhadap 507 pemilih, sebanyak 64 persen responden menyatakan bahwa pernyataan dukungan Trump tidak mengubah preferensi politik mereka. Bahkan, 17 persen responden mengaku justru enggan memilih Netanyahu setelah adanya dukungan tersebut, melampaui jumlah mereka yang justru terdorong untuk memberikan suara bagi petahana.

Fenomena ini menegaskan bahwa Dukungan Donald Trump gagal dongkrak suara Netanyahu di pemilu [titlebase] karena adanya pergeseran sentimen publik Israel yang dipengaruhi oleh trauma pasca-serangan 7 Oktober 2023. Selain itu, terdapat keraguan mendalam di kalangan masyarakat mengenai efektivitas diplomasi Trump, terutama setelah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran pada Juni lalu yang dipandang merugikan kepentingan keamanan Israel. Dalam simulasi pemilihan langsung, posisi Netanyahu semakin terjepit dengan kekalahan telak dari lawan-lawan politiknya, baik dari Gadi Eisenkot maupun mantan Perdana Menteri Naftali Bennett.

Situasi politik semakin menarik dengan adanya perbedaan sikap di internal pemerintahan Amerika Serikat. Berbeda dengan Trump yang memberikan dukungan penuh, Wakil Presiden JD Vance secara terbuka menyatakan enggan ikut campur dalam dinamika pemilihan umum Israel. Vance menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, sehingga ia memilih untuk bersikap netral tanpa memberikan dukungan atau penolakan kepada kandidat mana pun di Israel. Sikap Vance ini mencerminkan adanya pergeseran pandangan di dalam Partai Republik terkait keterlibatan Washington dalam politik domestik sekutu dekatnya.

Secara keseluruhan, dinamika ini menunjukkan bahwa intervensi politik dari luar negeri tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Kegagalan strategi ini menjadi bukti nyata bahwa Dukungan Donald Trump gagal dongkrak suara Netanyahu di pemilu [titlebase] di tengah situasi domestik Israel yang sedang berada dalam kondisi traumatis dan penuh ketidakpastian. Masyarakat Israel tampak lebih memprioritaskan isu-isu keamanan nasional dan kepemimpinan internal dibandingkan dengan dukungan dari pemimpin asing.

Kondisi politik yang tidak menentu ini membuat prospek kemenangan Netanyahu semakin redup. Dengan tertinggalnya angka elektabilitas dalam berbagai simulasi dan rendahnya respons positif publik terhadap dukungan Trump, Netanyahu kini harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan pemilih bahwa dirinya tetap menjadi sosok yang mampu memulihkan keamanan dan stabilitas negara di tengah ancaman regional yang terus membayangi.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru