Inovasi Revolusioner: Paten Stellantis Memungkinkan EV Lepas Baterai dan Melaju saat Darurat

Author Image

Raonaid arva (teutonic) Phyllis

-

gegeronline.co.id

Terbit

3 Oktober 2026, 21:52 WIB

Inovasi Revolusioner: Paten Stellantis Memungkinkan EV Lepas Baterai dan Melaju saat Darurat
Inovasi Revolusioner: Paten Stellantis Memungkinkan EV Lepas Baterai dan Melaju saat Darurat
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 03 Oktober 2026 | Industri otomotif global kembali digemparkan oleh sebuah terobosan keselamatan yang krusial bagi masa depan kendaraan listrik. Terungkap bahwa paten Stellantis memungkinkan EV lepas baterai dan melaju saat darurat [titlebase], sebuah solusi teknis yang dirancang untuk memitigasi risiko fatal akibat kegagalan sistem baterai tegangan tinggi. Inovasi ini menjadi angin segar bagi konsumen yang selama ini menaruh perhatian besar pada aspek keamanan baterai kendaraan listrik.

Sistem yang dipatenkan melalui FCA US ini secara spesifik dirancang untuk merespons kondisi kritis, seperti baterai yang mengalami panas berlebih (overheat), kerusakan fisik, atau potensi kebakaran. Dalam skenario tersebut, paten Stellantis memungkinkan EV lepas baterai dan melaju saat darurat [titlebase] dengan cara memutus koneksi listrik tegangan tinggi secara fisik maupun elektrik. Setelah baterai utama terlepas, kendaraan akan tetap memiliki mobilitas terbatas yang didukung oleh baterai cadangan 12 volt, memungkinkan mobil untuk menepi atau menjauh dari sumber bahaya secara mandiri.

Dokumen yang diterbitkan oleh USPTO pada 17 September tersebut merinci mekanisme operasional yang cukup intuitif bagi pengguna maupun tim penyelamat. Berikut adalah poin-poin utama mekanisme sistem pelepasan cepat ini:

  • Aktivasi manual melalui sakelar khusus yang ditempatkan di dalam kabin untuk pengemudi atau penumpang.
  • Aktivasi darurat dari luar kendaraan melalui sakelar tambahan yang terletak di area bagasi.
  • Penggunaan rangka mekanis yang dirancang khusus untuk menggeser dan melepaskan modul baterai dari sasis kendaraan secara presisi.

Penerapan teknologi ini sejalan dengan upaya industri untuk meningkatkan standar keamanan. Konsep serupa sebelumnya sempat didemonstrasikan di beberapa pusat penelitian di Tiongkok, namun langkah Stellantis yang mematenkan sistem ini menunjukkan komitmen serius untuk mengintegrasikannya ke dalam produksi massal. Dengan sistem ini, paten Stellantis memungkinkan EV lepas baterai dan melaju saat darurat [titlebase] untuk mencegah penyebaran api yang lebih besar ke seluruh bagian bodi mobil, sekaligus memberikan ruang bagi petugas tanggap darurat untuk melakukan penanganan lebih aman.

Pengembangan sistem ini tidak hanya berfokus pada efisiensi pemisahan baterai, tetapi juga pada bagaimana kendaraan tetap dapat berfungsi setelah insiden terjadi. Integrasi baterai 12 volt sebagai sumber daya pendukung saat darurat menunjukkan pemikiran desain yang matang dalam menghadapi skenario terburuk. Ke depannya, teknologi ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam pengembangan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan pengguna di atas segalanya.

Secara keseluruhan, inovasi yang ditawarkan Stellantis ini memberikan solusi konkret atas ketakutan akan risiko termal pada kendaraan listrik. Dengan memungkinkan pemisahan baterai secara cepat dan mandiri, risiko bagi penumpang dan lingkungan sekitar dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap inovasi keselamatan dapat berjalan beriringan dengan adopsi teknologi kendaraan masa depan, menciptakan ekosistem berkendara yang lebih aman dan terpercaya bagi masyarakat luas.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru