Di Balik Jabatan Ganda Bahlil: Strategi Prabowo Akselerasi Hilirisasi dan Transisi Energi

Author Image

Raonaid arva (teutonic) Phyllis

-

gegeronline.co.id

Terbit

3 Oktober 2026, 23:52 WIB

Di Balik Jabatan Ganda Bahlil: Strategi Prabowo Akselerasi Hilirisasi dan Transisi Energi
Di Balik Jabatan Ganda Bahlil: Strategi Prabowo Akselerasi Hilirisasi dan Transisi Energi
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 03 Oktober 2026 | Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam merombak struktur kabinet dengan membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi sorotan publik. Dalam sebuah kesempatan, Bahlil ungkap alasan Prabowo bentuk menko hilirisasi, jelaskan perbedaan tugas dengan menteri ESDM [titlebase] yang kini ia emban secara rangkap. Keputusan ini diambil sebagai langkah taktis pemerintah dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global yang menuntut kemandirian energi serta percepatan industrialisasi nasional.

Bahlil menjelaskan bahwa penugasan ganda ini bukanlah tanpa alasan. Sebagai Menko, ia memegang mandat untuk mengonsolidasikan kebijakan lintas kementerian agar tidak berjalan secara parsial. Hal ini penting karena agenda hilirisasi Indonesia mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari mineral, batu bara, hingga sektor pertanian dan kelautan. Di sisi lain, sebagai Menteri ESDM, ia bertindak sebagai eksekutor teknis di lapangan, mengingat hampir 90 persen investasi hilirisasi saat ini berpusat di sektor energi dan sumber daya mineral.

Lebih lanjut, Bahlil ungkap alasan Prabowo bentuk menko hilirisasi, jelaskan perbedaan tugas dengan menteri ESDM [titlebase] dengan menegaskan bahwa koordinasi di tingkat Kemenko diperlukan untuk memecahkan hambatan birokrasi lintas sektor. Pemerintah menyadari bahwa target investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah memerlukan pengawalan ketat agar selaras dengan komitmen global, seperti Paris Agreement, terkait transisi menuju energi bersih.

Para pengamat kebijakan ekonomi turut memberikan dukungan atas langkah ini. Keberadaan Kemenko dinilai sebagai upaya memformalkan peran Bahlil yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Satgas Hilirisasi. Dengan struktur baru ini, rantai komando menjadi lebih jelas, sehingga eksekusi program prioritas Presiden dapat dilakukan dengan lebih terukur dan efisien di tengah tantangan global yang semakin tidak menentu.

Dalam menjalankan amanah besar tersebut, Bahlil menyatakan komitmennya untuk bekerja secara totalitas. Ia tidak membedakan porsi kerja sebagai menteri teknis maupun koordinator, melainkan memandangnya sebagai satu kesatuan pengabdian. Bagi Bahlil, Bahlil ungkap alasan Prabowo bentuk menko hilirisasi, jelaskan perbedaan tugas dengan menteri ESDM [titlebase] sebagai bentuk konsolidasi nasional demi mewujudkan kedaulatan energi yang menjadi salah satu pilar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Secara keseluruhan, pembentukan kementerian koordinator baru ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi. Dengan mengintegrasikan hilirisasi dan transisi energi di bawah satu komando, Indonesia diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional, mengatasi kendala administrasi antarlembaga, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi bangsa di masa depan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru