Ketegangan Diplomatik Memuncak: Israel Larang Masuk Ketua Partai Green Inggris, Anggap Rasis

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

8 Oktober 2026, 03:53 WIB

Ketegangan Diplomatik Memuncak: Israel Larang Masuk Ketua Partai Green Inggris, Anggap Rasis
Ketegangan Diplomatik Memuncak: Israel Larang Masuk Ketua Partai Green Inggris, Anggap Rasis
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 08 Oktober 2026 | Ketegangan diplomatik antara Israel dan Inggris mencapai titik didih baru setelah pemerintah Israel mengambil langkah tegas dengan melarang masuk Ketua Partai Green Inggris, Zack Polanski, ke wilayahnya pada Minggu (4/10/2026). Keputusan kontroversial ini diambil menyusul langkah politik Partai Green di Inggris dan Wales yang secara resmi menetapkan Zionisme sebagai bentuk rasisme. Aksi Israel larang masuk ketua Partai Green Inggris, anggap rasis [titlebase] ini mencerminkan eskalasi tajam dalam respons Tel-Aviv terhadap narasi politik anti-Zionis yang berkembang di Eropa.

Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan bahwa resolusi yang disahkan oleh Partai Green merupakan tindakan antisemit yang tidak dapat ditoleransi. Menurut pandangan otoritas Israel, menyamakan Zionisme dengan rasisme adalah upaya untuk mendelegitimasi hak penentuan nasib sendiri bagi etnis Yahudi. Dalam pernyataan resminya, mereka menyatakan bahwa resolusi tersebut bukan sekadar kritik kebijakan, melainkan dukungan terhadap kehancuran negara Israel. Akibat keputusan ini, Partai Green kini secara resmi dikategorikan oleh Israel sebagai partai anti-Zionis.

Keputusan Israel larang masuk ketua Partai Green Inggris, anggap rasis [titlebase] dipicu oleh hasil pemungutan suara internal partai yang cukup signifikan. Sebanyak 1.022 anggota partai memberikan suara mendukung mosi tersebut, sementara 813 lainnya menolak. Mosi ini juga mencakup dukungan terhadap pembentukan satu negara tunggal di seluruh wilayah Palestina, yang dianggap sebagai solusi demokratis dengan hak setara bagi semua kelompok etnis dan agama, menggantikan konsep solusi dua negara yang selama ini diupayakan secara internasional.

Wakil Ketua Bersama Partai Green, Mothin Ali, menjelaskan bahwa keputusan partainya didasari oleh tingginya angka korban warga Palestina akibat konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, Zionisme sebagai pergerakan etnonasionalis telah berujung pada praktik pembersihan etnis. Senada dengan itu, Zack Polanski menegaskan bahwa dirinya akan terus menentang kebijakan pemerintahan Benjamin Netanyahu yang dianggapnya melanggar hak asasi manusia. Polanski menekankan bahwa perjuangannya adalah melawan kejahatan kemanusiaan, bukan melawan identitas Yahudi.

Situasi ini semakin rumit mengingat hubungan Inggris dan Israel memang sedang dalam kondisi tidak stabil. Sebelumnya, pemerintah Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap barang-barang impor yang berasal dari wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat. Beberapa anggota senior Partai Green dilaporkan sedang menyiapkan langkah banding atas penetapan status partai mereka, meskipun hal ini diyakini tidak akan serta merta mencabut larangan masuk bagi pemimpin mereka.

Dampak dari kebijakan Israel larang masuk ketua Partai Green Inggris, anggap rasis [titlebase] ini diprediksi akan mengubah diskursus politik domestik Inggris terkait konflik Timur Tengah. Di satu sisi, langkah Israel dilihat sebagai upaya proteksi diri terhadap narasi yang dianggap mengancam eksistensinya. Di sisi lain, para pendukung hak Palestina memandang langkah ini sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik politik yang sah di panggung internasional.

Pada akhirnya, perselisihan ini menggarisbawahi betapa dalamnya polarisasi pandangan mengenai konflik Israel-Palestina. Dengan semakin besarnya dukungan terhadap mosi anti-Zionisme di dalam partai politik arus utama di Barat, tantangan diplomatik yang dihadapi Israel di masa depan kemungkinan akan semakin berat. Langkah Israel larang masuk ketua Partai Green Inggris, anggap rasis [titlebase] menjadi penanda bahwa batasan antara kritik kebijakan dan delegitimasi negara kini menjadi garis depan dalam pertarungan opini global.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru