Geger Online – 10 Oktober 2026 | Keberhasilan Timnas Malaysia meraih peringkat ketiga dalam FIFA ASEAN Cup 2026 telah memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola regional. Di tengah sorotan tersebut, Tan Cheng Hoe tanggapi perbedaan opini tokoh sepak bola Malaysia soal masa depannya [titlebase] dengan sikap yang tenang dan profesional. Sang pelatih interim menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun kembali fondasi tim setelah melewati masa-masa sulit.
Kemenangan tipis 1-0 atas Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) menjadi penutup manis bagi kiprah Harimau Malaya. Gol tunggal yang dicetak oleh striker naturalisasi, Fergus Tierney, memanfaatkan umpan matang dari Manuel Hidalgo, berhasil mengobati kekecewaan pendukung setelah gagal melaju ke babak final. Meski demikian, performa ini memicu desakan dari pengamat sepak bola, Raja Isa Raja Akram Shah, yang secara terbuka mendorong agar federasi segera mempermanenkan status kepelatihan Cheng Hoe.
Dalam sebuah kesempatan, Tan Cheng Hoe tanggapi perbedaan opini tokoh sepak bola Malaysia soal masa depannya [titlebase] dengan menekankan bahwa ia tidak ingin terburu-buru. Ia menyadari bahwa sepak bola Malaysia baru saja melewati fase kelam akibat skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Baginya, pemulihan mental dan citra tim adalah prioritas utama sebelum membicarakan kontrak jangka panjang.
Also Read
Tantangan yang dihadapi Cheng Hoe selama turnamen ini tidaklah mudah. Ia harus memutar otak ketika sejumlah pilar utama absen. Pemain bertahan andalan, Dion Cools, terpaksa meninggalkan pemusatan latihan karena urusan keluarga, sementara penyerang lincah Faisal Halim harus absen akibat cedera betis dan tendon yang dideritanya saat laga melawan Indonesia. Meski kehilangan sosok kunci, Cheng Hoe berhasil mengoptimalkan rotasi pemain, termasuk mengembalikan peran Bergson Da Silva yang sempat terkendala akumulasi kartu.
Sebelumnya, sang pelatih sempat bersikap tegas kepada anak asuhnya agar tidak larut dalam kesedihan setelah gagal menembus final. Saat Tan Cheng Hoe tanggapi perbedaan opini tokoh sepak bola Malaysia soal masa depannya [titlebase], ia mengingatkan bahwa setiap catatan positif selama turnamen ini adalah modal berharga. Performa impresif dalam tiga pertandingan terakhir, di mana tim mampu menjaga pertahanan tetap solid dan produktif mencetak gol, menjadi bukti nyata adanya perkembangan positif di bawah arahannya.
Secara keseluruhan, pencapaian peringkat ketiga ini merupakan sinyal kebangkitan bagi sepak bola Malaysia. Meskipun terdapat perdebatan mengenai apakah kursi pelatih permanen layak diberikan kepadanya, Cheng Hoe memilih untuk membiarkan hasil di lapangan yang berbicara. Bagaimanapun juga, stabilitas tim nasional kini menjadi kebutuhan mendesak. Keberhasilan Cheng Hoe mengelola krisis pemain dan menjaga moral skuad di tengah tekanan publik menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin Harimau Malaya menuju arah yang lebih baik di masa depan.


