Geger Online – 21 September 2026 | Aksi kriminalitas di wilayah Sumatera Utara kembali berhasil dibongkar aparat kepolisian. Dalam sebuah operasi senyap, seorang pecatan TNI diringkus polisi, akui jadi eksekutor komplotan maling motor Medan-Tebingtinggi [titlebase] yang telah beroperasi di sedikitnya 15 lokasi kejadian perkara (TKP). Penangkapan ini menjadi sorotan publik mengingat keterlibatan oknum mantan militer dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan pada Selasa (15/9/2026). Selain pelaku utama, polisi juga mengamankan empat anggota komplotan lainnya. Kelima tersangka tersebut diidentifikasi sebagai M Teguh Fadilla (33), Jerry (38), Afner Harahap (35), Arjunaidi Siregar (48), dan Gandi (39). Dari lima nama tersebut, Gandi merupakan sosok yang menjadi perhatian khusus karena statusnya sebagai mantan anggota militer.
Gandi, yang diketahui merupakan seorang pecatan TNI dengan pangkat terakhir Sertu dari Kodam Iskandar Muda, dipecat dari kedinasan akibat pelanggaran desersi selama satu bulan. Kini, setelah pecatan TNI diringkus polisi, akui jadi eksekutor komplotan maling motor Medan-Tebingtinggi [titlebase], ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum sipil. Peran Gandi dalam komplotan ini sangat krusial sebagai eksekutor lapangan yang memuluskan aksi pencurian di berbagai titik.
Also Read
Pengungkapan kasus ini bermula dari aksi pencurian sepeda motor di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah, pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.48 WIB. Saat itu, tersangka M Teguh Fadilla berperan sebagai pemetik atau pencuri, sementara Jerry bertugas sebagai joki yang memantau situasi dan membawa motor hasil curian. Rencananya, motor hasil curian tersebut akan disalurkan melalui Afner Harahap dan Arjunaidi Siregar yang bertindak sebagai penadah. Namun, sebelum barang bukti tersebut sempat berpindah tangan, tim khusus dari kepolisian berhasil menggagalkan transaksi dan menangkap seluruh anggota komplotan.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, komplotan ini tergolong sangat aktif. Mereka tidak hanya beraksi di kawasan Medan, tetapi juga memperluas jangkauan hingga ke wilayah Tebingtinggi. Tercatat ada 15 TKP yang menjadi sasaran empuk kelompok ini. Fakta bahwa pecatan TNI diringkus polisi, akui jadi eksekutor komplotan maling motor Medan-Tebingtinggi [titlebase] memberikan peringatan keras bahwa aparat penegak hukum tidak akan pandang bulu dalam menindak siapapun yang terlibat dalam tindak pidana, terlepas dari latar belakang profesi mereka di masa lalu.
Saat ini, kelima tersangka telah berada di balik jeruji besi Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih terus mendalami keterlibatan jaringan lain dan mencari barang bukti tambahan dari 15 TKP yang diakui oleh para pelaku. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem pengamanan kendaraan pribadi guna meminimalisir peluang aksi pencurian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Secara keseluruhan, keberhasilan kepolisian dalam meringkus komplotan ini memberikan sedikit titik terang bagi korban-korban curanmor di wilayah Medan dan sekitarnya. Pengungkapan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya, sekaligus menegaskan bahwa tindakan kriminal yang terorganisir, apalagi yang melibatkan mantan oknum aparat, akan segera diusut tuntas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
![KDM: Almarhum Danny Setiawan putra terbaik Jabar bangun Tatar Sunda [titlebase]](https://gegeronline.co.id/wp-content/uploads/2026/09/kdm-almarhum-danny-setiawan-putra-terbaik-jabar-bangun-tatar-sunda-titlebase.webp)

