Terbongkar, Markas Judi Online Filipina Beromzet Ilegal dengan 244 Pekerja Asing

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

10 Oktober 2026, 17:52 WIB

Terbongkar, Markas Judi Online Filipina Beromzet Ilegal dengan 244 Pekerja Asing
Terbongkar, Markas Judi Online Filipina Beromzet Ilegal dengan 244 Pekerja Asing
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 10 Oktober 2026 | Aparat gabungan Filipina baru saja melancarkan operasi besar-besaran yang mengungkap fakta-fakta penggerebekan judi online Filipina dengan 244 pekerja asing di wilayah selatan negara tersebut. Operasi yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) ini menjadi salah satu penindakan paling signifikan terhadap sindikat kejahatan siber yang beroperasi di balik kedok perusahaan judi daring ilegal.

Dalam upaya mengungkap fakta-fakta penggerebekan judi online Filipina dengan 244 pekerja asing, pihak berwenang menyisir dua lokasi strategis di Provinsi Zamboanga Sibugay, yakni kawasan Kimos di Kecamatan Siay dan Tandiong Muslim di Kecamatan Alicia. Penindakan ini melibatkan koordinasi intensif antara tim intelijen, militer, dan Biro Imigrasi Filipina guna memastikan keamanan wilayah dari ancaman kejahatan terorganisasi.

Drama penangkapan sempat terjadi saat petugas mengepung lokasi. Sejumlah pekerja asing mencoba melarikan diri dengan bersembunyi di area hutan bakau dan perbukitan. Namun, setelah pengejaran dan penyisiran selama lebih dari 24 jam, para tersangka akhirnya memilih menyerahkan diri karena kehabisan bekal makanan. Kehadiran pasukan militer di sekitar lokasi memastikan tidak ada celah bagi mereka untuk meloloskan diri.

Berikut adalah rincian data pekerja asing yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut:

  • Lokasi Siay: 110 warga China, 2 warga Kamboja, dan 1 warga Hong Kong.
  • Lokasi Alicia: 131 pekerja asing yang terdiri dari warga China, Malaysia, Indonesia, dan Myanmar.

Biro Imigrasi Filipina menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah tegas pemerintah untuk membersihkan negara tersebut dari aktivitas ilegal. Sebagaimana diketahui, Filipina telah melarang operasional Philippine Offshore Gaming Operators (POGO) sejak 2024 karena sering disalahgunakan untuk tindak pidana serius seperti perdagangan manusia, pencucian uang, penipuan daring, hingga penculikan. Dalam penggerebekan kali ini, petugas menyita ribuan perangkat elektronik, termasuk laptop, telepon seluler, dan kartu SIM yang diduga kuat digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Memahami fakta-fakta penggerebekan judi online Filipina dengan 244 pekerja asing ini sangat penting bagi masyarakat internasional, terutama terkait risiko perdagangan manusia yang menyasar warga negara di Asia Tenggara. Saat ini, pihak berwenang Filipina tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pekerja yang ditangkap sebelum nantinya dideportasi ke negara asal masing-masing dan dimasukkan ke dalam daftar hitam atau penangkalan masuk ke wilayah Filipina.

Pemerintah Filipina berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan terhadap warga asing yang melanggar izin tinggal dan terlibat dalam aktivitas melanggar hukum. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi sindikat kejahatan siber bahwa ruang gerak mereka di kawasan regional semakin sempit seiring dengan meningkatnya kolaborasi antar lembaga penegak hukum di Asia Tenggara.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru