Geger Online – 07 Oktober 2026 | Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga di wilayah Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebuah pertengkaran maut pasutri di Gowa, keduanya tewas dalam insiden yang terjadi pada Senin dini hari, 5 Oktober 2026. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi warga sekitar mengenai motif di balik aksi nekat tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden ini bermula dari percekcokan hebat antara suami berinisial AN (43) dan istrinya SR (34) di kediaman mereka. Situasi yang memanas tersebut berujung pada tindakan kekerasan ekstrem. Sang suami diduga melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya menggunakan senjata tajam jenis badik. Hasil pemeriksaan medis dari Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan fakta yang mengejutkan, di mana ditemukan sekitar 27 luka tusukan pada bagian dada, punggung, serta lengan korban SR yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong.
Setelah melakukan perbuatan kejinya, AN diduga memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Polisi menemukan kondisi AN sudah tidak bernyawa di dekat area dapur, tepatnya di depan kamar mandi, dengan tubuh yang hangus terbakar. Diduga kuat, pelaku menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri sebelum membakar diri. Tragedi pertengkaran maut pasutri di Gowa, keduanya tewas ini semakin pilu karena pada saat kejadian, ketiga anak mereka yang masih di bawah umur berada di dalam rumah dan dikunci di dalam kamar oleh pelaku.
Also Read
Kapolsek Somba Opu, Kompol Hambali, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari warga. Garis polisi telah dipasang di sekitar rumah korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh tim Inafis dan Dokpol Polda Sulsel. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan saksi-saksi untuk mengungkap latar belakang konflik rumah tangga yang berujung pada pertengkaran maut pasutri di Gowa, keduanya tewas tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang peristiwa tragis yang terjadi di Sulawesi Selatan belakangan ini. Meskipun motif pasti belum terungkap, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan konflik internal keluarga. Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh Polsek Somba Opu guna memastikan konstruksi peristiwa hukum yang terjadi di balik pintu tertutup rumah pasangan suami istri tersebut.
Kondisi psikologis ketiga anak korban yang menjadi saksi bisu peristiwa ini juga menjadi perhatian pihak terkait. Pendampingan psikososial sangat diperlukan bagi mereka agar dapat melewati masa trauma setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam kondisi yang sangat memilukan. Polisi berharap proses penyelidikan ini dapat segera memberikan titik terang terkait kronologi lengkap dan pemicu utama di balik insiden yang merenggut dua nyawa ini.



