Geger Online – 07 Oktober 2026 | Menjadi penjaga gawang utama di klub sebesar Manchester United tentu bukan perkara mudah. Tekanan besar dari suporter hingga sorotan tajam para legenda klub sudah menjadi makanan sehari-hari. Situasi inilah yang tengah dihadapi kiper asal Belgia, Senne Lammens, yang belakangan menjadi pusat perbincangan setelah Senne Lammens balas kritik Paul Scholes, harus kuat mental di Manchester United [titlebase]. Meski diterpa badai opini dari luar, sang kiper tetap menunjukkan sikap profesional yang tenang.
Sorotan terhadap Lammens memuncak setelah Manchester United menelan kekalahan dalam laga derby melawan Manchester City bulan lalu. Meskipun gol lawan sempat menuai kontroversi, legenda Setan Merah, Paul Scholes, tetap melontarkan kritik keras. Scholes mempertanyakan apakah Lammens benar-benar memiliki kualitas sebagai kiper kelas dunia yang mampu membawa United kembali meraih gelar juara Premier League. Menurut Scholes, sejarah klub membuktikan bahwa kesuksesan selalu dibangun dari sosok kiper tangguh seperti Peter Schmeichel atau Edwin van der Sar, sebuah standar yang menurutnya belum sepenuhnya terlihat pada diri Lammens.
Menanggapi pernyataan tersebut, Senne Lammens balas kritik Paul Scholes, harus kuat mental di Manchester United [titlebase] dengan cara yang sangat dewasa. Saat berada di pemusatan latihan tim nasional Belgia, ia menegaskan bahwa karakter pribadinya tidak berubah hanya karena ia mengenakan seragam Manchester United atau karena adanya komentar miring dari pengamat sepak bola. Baginya, ketahanan mental adalah kunci utama bagi siapa pun yang bermain di level tertinggi.
Also Read
“Anda harus kuat secara mental dan percaya diri dalam menghadapi semua orang yang mengungkapkan pendapat mereka. Saya bisa membayangkan bahwa ini tidak mudah bagi semua orang, namun saya tetap fokus pada peran saya,” ujar Lammens. Ia menambahkan bahwa tuntutan bermain di Premier League dan ajang internasional tidak membuatnya gentar, melainkan justru menjadi tantangan yang ia nikmati.
Dukungan terhadap mentalitas Lammens juga datang dari pelatih timnas Belgia, Mark van Bommel. Ia memuji kemampuan adaptasi kiper berusia 24 tahun tersebut yang mampu tetap konsisten meski berada di bawah tekanan media Inggris yang sangat besar. Van Bommel menilai bahwa ketenangan Lammens adalah aset berharga bagi Manchester United ke depannya.
Perjalanan karier Lammens di Old Trafford sendiri terbilang impresif. Didatangkan dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,1 juta poundsterling, ia dengan cepat menggeser posisi kiper lain dan mencatatkan debut musim yang solid dengan delapan clean sheet. Meski awal musim ini sempat diwarnai catatan kebobolan, banyak pihak yang masih percaya bahwa Lammens adalah investasi jangka panjang yang tepat bagi klub.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai kualitas seorang pemain akan selalu ada dalam dunia sepak bola profesional. Fakta bahwa Senne Lammens balas kritik Paul Scholes, harus kuat mental di Manchester United [titlebase] membuktikan bahwa ia memiliki kedewasaan untuk tidak membiarkan opini publik mengganggu performanya di lapangan. Dengan tetap fokus pada pekerjaannya dan menjaga stabilitas mental, Lammens memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa keraguan yang dilontarkan oleh para legenda hanyalah ujian awal dalam kariernya yang masih panjang di bawah mistar gawang Setan Merah.




