Transformasi Polri: Mengapa Kapolri Baru Beralih ke Tagline Polisi Bersama Masyarakat?

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

5 Oktober 2026, 23:52 WIB

Transformasi Polri: Mengapa Kapolri Baru Beralih ke Tagline Polisi Bersama Masyarakat?
Transformasi Polri: Mengapa Kapolri Baru Beralih ke Tagline Polisi Bersama Masyarakat?
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 05 Oktober 2026 | Era baru kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai. Di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, institusi Bhayangkara melakukan perombakan identitas komunikasi publik secara signifikan. Publik kini bertanya-tanya, tak lagi presisi, Kapolri baru ganti dengan slogan Polisi Bersama Masyarakat, apa bedanya? [titlebase]. Langkah ini bukan sekadar pergantian kata, melainkan sinyal kuat mengenai perubahan paradigma pelayanan polisi terhadap warga negara.

Perubahan ini ditegaskan melalui siaran resmi Divisi Humas Polri pada Senin (5/10/2026). Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” kini menggantikan “Polri Presisi” yang selama ini menjadi identitas utama korps kepolisian. Dalam narasi barunya, Polri ingin menekankan bahwa masyarakat bukan sekadar objek pelayanan, melainkan pusat orientasi dari setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh personel di lapangan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa transisi ini merupakan implementasi nyata dari visi yang disampaikan Jenderal Suyudi saat menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. Saat itu, Kapolri terpilih pilihan Presiden Prabowo Subianto ini menekankan pentingnya kedekatan emosional antara polisi dan rakyat. Fenomena tak lagi presisi, Kapolri baru ganti dengan slogan Polisi Bersama Masyarakat, apa bedanya? [titlebase], sebenarnya terletak pada penekanan aspek humanis dan kehadiran fisik polisi di tengah dinamika keseharian masyarakat.

Jika slogan sebelumnya lebih menonjolkan profesionalisme dan akuntabilitas sistem, tagline baru ini lebih bersifat inklusif. Polri ingin menghapus sekat atau jarak yang selama ini mungkin masih dirasakan oleh sebagian masyarakat. Irjen Isir menegaskan bahwa polisi tidak boleh lagi berjarak. Kehadiran anggota Polri di lapangan harus dimaknai sebagai kehadiran pelindung yang siap mendengar, melayani, dan memberikan solusi atas setiap persoalan keamanan dan ketertiban yang muncul.

Selain itu, perubahan ini juga menjadi tantangan bagi internal Polri untuk melakukan evaluasi diri. Budaya kerja yang responsif terhadap kritik dan masukan dari masyarakat kini menjadi harga mati. Polri memandang bahwa kritik adalah bahan evaluasi krusial untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang masih penasaran mengapa tak lagi presisi, Kapolri baru ganti dengan slogan Polisi Bersama Masyarakat, apa bedanya? [titlebase], jawabannya terletak pada pergeseran fokus dari sekadar efisiensi sistem menuju kolaborasi partisipatif antara polisi dan warga.

Sebagai penutup, langkah Jenderal Suyudi Ario Seto ini diharapkan dapat memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap Polri. Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, Polri ingin memastikan bahwa setiap personelnya benar-benar hadir untuk memberikan rasa aman serta kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga tercipta harmoni sosial yang lebih baik di masa depan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru