Geger Online – 13 Oktober 2026 | Duel sengit tersaji pada pekan ke-11 Torneo Apertura Liga MX, di mana laga pachuca vs necaxa berakhir dengan skor imbang 3-3 yang dramatis. Pertandingan yang berlangsung di markas Pachuca tersebut menjadi panggung pembuktian bagi striker asal Venezuela, Salomón Rondón, yang mencetak dua gol krusial di menit-menit akhir untuk menghindarkan tim tuan rumah dari kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Necaxa yang kini berada di bawah asuhan pelatih Juan Reynoso tampil mengejutkan. Tim tamu berhasil unggul lebih dulu melalui gol Matías Espíndola pada menit ke-15 setelah memanfaatkan bola muntah. Dominasi Necaxa terus berlanjut hingga menit ke-41, saat Julián Carranza sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui skema serangan balik yang rapi. Meskipun Pachuca sempat memberikan perlawanan lewat gol sundulan Eduardo Bauermann sesaat sebelum turun minum, performa tim asuhan Benjamín Mora masih terlihat belum stabil.
Memasuki babak kedua, ketegangan dalam laga pachuca vs necaxa semakin memuncak. Harapan Pachuca untuk bangkit sempat meredup ketika Juan David Valencia mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-79, yang membawa Necaxa memimpin 3-1. Situasi ini memicu kekecewaan penonton di stadion, dengan beberapa kritik mulai diarahkan kepada staf pelatih karena posisi Pachuca yang masih tercecer di papan tengah klasemen.
Also Read
Namun, ‘Sang Raja’ Salomón Rondón tidak membiarkan timnya menyerah begitu saja. Dalam rentang waktu singkat, Rondón menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 12 gol. Gol pertama lahir pada menit ke-84 melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan Rodolfo Pizarro. Hanya berselang tiga menit kemudian, tepatnya di menit ke-87, Rondón kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan kiper lawan, Luis Jiménez. Gol penyama kedudukan ini sekaligus menutup laga pachuca vs necaxa dengan skor imbang 3-3.
Hasil imbang ini memberikan dampak yang berbeda bagi kedua kubu. Bagi Necaxa, hasil ini sangat disayangkan karena mereka gagal mengamankan kemenangan pertama mereka setelah sekian lama berada dalam tren negatif. Sementara bagi Pachuca, meski belum berhasil meraih tiga poin penuh di kandang, performa gemilang Rondón menjadi oase di tengah performa tim yang belum konsisten. Hingga pekan ke-11, Pachuca masih tertahan di posisi ke-11 klasemen dengan 13 poin, sedangkan Necaxa masih mendekam di posisi kedua terbawah dengan 9 poin.
Secara keseluruhan, laga pachuca vs necaxa ini menjadi bukti betapa krusialnya peran seorang striker tajam dalam mengubah alur pertandingan. Salomón Rondón sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai predator di kotak penalti. Fokus Pachuca kini beralih ke pertandingan berikutnya melawan Monterrey, sementara Necaxa akan berusaha bangkit saat menjamu Atlas di pekan ke-12. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama bagi kedua pelatih jika ingin memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sebelum kompetisi memasuki fase krusial menuju Liguilla.




