Padang Banjir Bandang: Ratusan Warga Mengungsi, Akses Jalan Nasional Lumpuh

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

13 Oktober 2026, 03:55 WIB

Padang Banjir Bandang: Ratusan Warga Mengungsi, Akses Jalan Nasional Lumpuh
Padang Banjir Bandang: Ratusan Warga Mengungsi, Akses Jalan Nasional Lumpuh
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 13 Oktober 2026 | Situasi darurat tengah melanda Sumatra Barat setelah bencana padang banjir bandang menerjang wilayah Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan pada Sabtu (10/10/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hari memicu meluapnya aliran sungai, menyebabkan kerusakan infrastruktur vital serta memaksa ratusan warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.

Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, bencana ini berdampak luas di Kota Padang, khususnya di tiga kecamatan yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Tercatat sebanyak 672 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam air. Kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian serius, di mana sebuah jalan nasional yang menghubungkan Tapan dengan Sungai Penuh terputus akibat terjangan material longsor dan banjir.

Berikut adalah rincian dampak kerusakan rumah warga di Kota Padang:

  • Kelurahan Kuranji: 60 rumah terendam, 5 rumah mengalami kerusakan.
  • Kelurahan Lubuk Minturun: 40 rumah terendam.
  • Kelurahan Tabing Banda Gadang: 20 rumah terendam.

Tingginya curah hujan yang mencapai 112 mm dalam kurun waktu enam jam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin menjadi pemicu utama jebolnya tanggul di kawasan Lapau Munggu. Hal ini mengakibatkan air bah masuk dengan cepat ke permukiman warga. Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan tim SAR gabungan harus menggunakan perahu karet dan tali untuk menyelamatkan lebih dari 50 warga yang terjebak di tengah derasnya arus di kawasan Koto Tangah.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti serius penanganan padang banjir bandang ini. Dalam pernyataannya, ia mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk memprioritaskan keselamatan warga di atas segalanya. Puan menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan yang layak bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, harus segera dipastikan ketersediaannya di lokasi penampungan.

Selain upaya penyelamatan, pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan berkelanjutan terhadap ribuan warga yang terdampak di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Kondisi geografis yang sulit akibat putusnya akses jalan membuat koordinasi antarpihak menjadi sangat krusial untuk memastikan bantuan logistik dapat tersalurkan dengan tepat waktu.

Kejadian padang banjir bandang ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penguatan mitigasi bencana di masa depan. Pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan infrastruktur tanggul yang jebol serta memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal agar risiko jatuhnya korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin saat cuaca ekstrem kembali terjadi.

Secara keseluruhan, koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Fokus utama saat ini tetap berada pada penyediaan hunian sementara yang aman bagi warga serta pemulihan akses jalan nasional yang terputus agar mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru