Dampak Abu Vulkanik, Operasional Bandara Soetta Lumpuh Total Hingga Tengah Malam

Author Image

Jalysa Jalysa Jalysa

-

gegeronline.co.id

Terbit

7 September 2026, 15:53 WIB

Geger Online – 07 September 2026 | Erupsi Anak Krakatau, operasional penerbangan Soetta dihentikan hingga tengah malam menjadi langkah darurat yang diambil otoritas bandara guna menjamin keselamatan penumpang di tengah sebaran abu vulkanik yang masif. Hingga Senin, 7 September 2026, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan intensitas tinggi, menyebabkan abu vulkanik menyebar luas hingga ke wilayah udara Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, yang memaksa otoritas penerbangan mengambil keputusan tegas untuk menunda seluruh jadwal keberangkatan.

Data terbaru dari InJourney Airports mencatat sebanyak 1.039 penerbangan terdampak oleh fenomena alam ini. Jumlah tersebut mencakup 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, serta 21 penerbangan kargo, dengan total 166.351 penumpang yang harus mengalami penundaan, pembatalan, maupun pengalihan pendaratan. Dalam situasi darurat ini, Erupsi Anak Krakatau, operasional penerbangan Soetta dihentikan hingga tengah malam menjadi fokus utama mitigasi agar tidak terjadi insiden fatal akibat partikel abu yang membahayakan mesin pesawat.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, telah mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh maskapai untuk memberikan hak penuh kepada calon penumpang. Pihak maskapai wajib memfasilitasi proses refund tiket maupun reschedule penerbangan tanpa terkecuali. Pemerintah juga telah menyediakan opsi bandara alternatif bagi maskapai yang ingin tetap beroperasi, yakni Bandara Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, Yogyakarta International Airport, dan Adi Soemarmo.

Sebagai bentuk tanggung jawab, InJourney Airports telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Layanan ini meliputi:

  • Penyediaan makanan dan minuman ringan di seluruh terminal.
  • Penyediaan bus gratis menuju kota tujuan seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
  • Pemanfaatan Employee Lounge dan area khusus terminal sebagai ruang tunggu yang lebih nyaman.
  • Pembukaan posko bantuan di Terminal 1, 2, dan 3 untuk koordinasi maskapai dan penumpang.

Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, pihak otoritas terus memantau pergerakan abu vulkanik melalui citra satelit Himawari-9 dan koordinasi intensif dengan BMKG serta PVMBG. Status Erupsi Anak Krakatau, operasional penerbangan Soetta dihentikan hingga tengah malam akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan kondisi keamanan ruang udara terkini. Calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Secara keseluruhan, koordinasi antara pemerintah, pengelola bandara, dan maskapai menjadi kunci dalam menangani dampak bencana alam ini. Meskipun ribuan penerbangan harus terganggu, prioritas utama tetap terletak pada keselamatan jiwa. Diharapkan masyarakat tetap tenang dan proaktif mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa pemulihan operasional penerbangan berlangsung.

Related Post

Terbaru