Geger Online – 07 September 2026 | Pertandingan Eredivisie antara groningen vs twente yang berlangsung di Stadion Euroborg berakhir dengan skor imbang 2-2. Namun, bukan hanya hasil akhir yang menjadi sorotan, melainkan perselisihan sengit antara penjaga gawang tuan rumah, Etienne Vaessen, dan penyerang FC Twente, Wout Weghorst. Duel ini menyisakan cerita panjang di luar teknis permainan, yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat sepak bola Belanda.
Ketegangan antara kedua pemain ini bermula sejak babak pertama. Vaessen, yang merasa tidak nyaman dengan perilaku selebrasi Weghorst, sempat menegur sang striker saat jeda pertandingan. Weghorst melakukan selebrasi dengan cara berdoa secara demonstratif di depan pendukung tuan rumah setelah mencetak gol. Bagi Vaessen, tindakan tersebut dianggap provokatif dan berlebihan. Kiper berusia 31 tahun itu secara terbuka menyatakan bahwa ekspresi religius di lapangan sebaiknya dilakukan dengan lebih sederhana, bukan sebagai sarana untuk memancing emosi penonton.
Konfrontasi tersebut memuncak di babak kedua ketika keduanya kembali terlibat dalam sebuah insiden di lapangan. Wasit Danny Makkelie harus turun tangan untuk melerai ketegangan antara pemain yang terus memanas sepanjang laga. Vaessen bahkan sempat melakukan aksi balasan secara simbolis dengan membuat tanda salib setelah berhasil mengamankan bola dari serangan Weghorst, sebagai respon atas apa yang ia anggap sebagai perilaku ‘penghisap darah’ atau tindakan yang mengganggu konsentrasi lawan.
Also Read
Selain drama personal, laga groningen vs twente juga menuai kontroversi terkait keputusan wasit. Jurnalis Leon ten Voorde melayangkan kritik keras terhadap gol penyeimbang FC Groningen yang dicetak oleh Thom van Bergen. Ten Voorde mempermasalahkan aturan baru musim ini terkait interaksi pemain dengan bola, yang menurutnya membuat gol tersebut seharusnya dianulir. Ia bahkan melontarkan komentar tajam terhadap pembuat regulasi tersebut, menyebutnya sebagai seseorang yang tidak memahami esensi permainan di lapangan.
Bagi FC Groningen, hasil imbang dalam laga groningen vs twente ini menjadi catatan tersendiri setelah mereka sempat mengalami tren negatif dalam dua pertandingan sebelumnya. Meski pertahanan mereka masih menjadi sorotan, efektivitas serangan yang ditunjukkan di Euroborg memberikan sedikit harapan bagi pelatih Dick Lukkien. Di sisi lain, FC Twente yang datang dengan performa impresif di Eropa harus puas berbagi poin, meski sempat mendominasi jalannya pertandingan melalui ketajaman lini depan mereka.
Secara keseluruhan, pertemuan antara kedua tim ini tidak hanya menyoroti aspek taktis di lapangan hijau, tetapi juga bagaimana emosi dan regulasi baru dapat mengubah narasi sebuah pertandingan. Ketegangan personal antara Vaessen dan Weghorst menunjukkan bahwa tensi di Eredivisie tetap tinggi, baik dari sisi persaingan poin maupun drama antar pemain. Meskipun hasil akhirnya imbang, pertandingan groningen vs twente ini dipastikan akan tetap dibahas dalam waktu yang cukup lama, terutama terkait efektivitas aturan baru yang diterapkan KNVB musim ini.




