Geger Online – 22 Oktober 2026 | Dalam sorotan utama pekan ini, laga Parma vs Genoa menjadi sorotan utama Serie A, menyuguhkan drama tak terduga di Stadio Ennio Tardini. Kedua tim memasuki pertandingan dengan ambisi besar; Parma, yang baru saja mengalami kekalahan 3-0 melawan Torino, berusaha bangkit di bawah asuhan Alberto Gilardino, sementara Genoa, dipimpin oleh mantan legenda Roma Daniele De Rossi, berupaya menambah poin penting setelah kemenangan tipis atas Fiorentina.
Parma memulai musim dengan empat poin setelah kegagalan di Inter, dan kini harus menanggapi cedera pemain kunci seperti Hans Nicolussi Caviglia dan Pontus Almqvist. Giovanni Simeone, yang mencetak dua gol melawan Parma dalam pertandingan Torino, menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Parma. Di sisi lain, Genoa menyiapkan formasi 4-3-3 dengan Stefano El Shaarawy menempati posisi penyerang utama, berharap pengalaman masa lalunya di Roma dapat menginspirasi rekan-rekannya.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Torino, yang sebelumnya mengalahkan Udinese, menunjukkan tekanan awal yang kuat, namun Parma berhasil menahan serangan tersebut berkat penyelamatan gemilang Lucas Perri. Sementara itu, Genoa menampilkan pola permainan berbasis penguasaan bola, mengandalkan kreativitas Matias Soulé di lini tengah untuk membuka ruang bagi El Shaarawy.
Also Read
Seiring berjalannya babak pertama, Simeone berhasil membuka skor untuk Torino pada menit keempat, menambah tekanan pada Parma. Namun, Parma tetap gigih, menciptakan peluang lewat serangan balik yang dipimpin oleh Giovanni Fabbian. Di sisi lain, Genoa berhasil mencetak gol pertama mereka pada menit ke-23 melalui serangan terkoordinasi antara Rodrigo Mora dan Santiago Castro, menandai awal keunggulan mereka dalam laga Parma vs Genoa.
Babak kedua menyaksikan perubahan taktik. Gilardino melakukan dua pergantian strategis, menambahkan Dominik Drobnič dan Simone Lontani untuk menambah dinamika serangan. Genoa, meski kehilangan beberapa pemain inti karena cedera, tetap menekan dengan pressing tinggi. Pada menit ke-69, Simeone kembali menambah gol bagi Torino, namun gol tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan antara Parma dan Genoa.
Statistik akhir menunjukkan kemenangan tipis Genoa 2-1 atas Parma, dengan gol pencetak dari El Shaarawy dan Castro. Kemenangan ini menempatkan Genoa pada posisi keempat klasemen sementara, sementara Parma tetap berada di zona tengah dengan harapan memperbaiki performa di pertandingan berikutnya.
Selain laga utama, Serie A juga menyuguhkan kejutan lain, seperti kemenangan dramatis Venezia atas Napoli yang dipimpin oleh pelatih Davide Nicola, menambah tekanan pada Massimiliano Allegri. Di arena wanita, Inter Women mengalahkan Parma dengan dominasi taktik yang dipuji oleh pelatih David Sassarini.
- Parma: 6 poin, posisi 12
- Genoa: 8 poin, posisi 9
- Torino: 7 poin, posisi 10
Kesimpulannya, pertandingan Parma vs Genoa menegaskan pentingnya konsistensi taktik dan kemampuan mengatasi tekanan. Kedua tim menunjukkan potensi, namun Genoa berhasil memanfaatkan peluang lebih baik, mengukir tiga poin berharga dalam kompetisi yang semakin kompetitif.




