Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] – Kenangan Subagyo HS dan Endang Suwarya

Author Image

Jalysa Jalysa Jalysa

-

gegeronline.co.id

Terbit

22 Oktober 2026, 03:53 WIB

Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] – Kenangan Subagyo HS dan Endang Suwarya
Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] – Kenangan Subagyo HS dan Endang Suwarya
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 22 Oktober 2026 | Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] menjadi berita duka yang menggugah hati seluruh elemen TNI serta masyarakat Indonesia. Pada Senin, 19 Oktober 2026, dua tokoh senior militer sekaligus figur penting dalam sejarah pertahanan negara, Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo (Subagyo HS) dan Letjen (Purn) Endang Suwarya, menghembuskan napas terakhirnya masing‑masing di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, dan Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Subagyo HS, yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode Februari 1998‑November 1999, meninggal dunia pada pukul 16.20 WIB setelah mengalami komplikasi kesehatan yang memaksa ia menjalani cuci darah. Sebelumnya, ia sempat dirawat di Panti Rapih dan mendapat kunjungan serta penghormatan terakhir dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Presiden Prabowo Subianto yang secara pribadi melayat di Markas Besar Angkatan Darat pada 20 Oktober 2026. Jenazah Subagyo HS dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada pagi hari yang sama.

Endang Suwarya, lulusan Akmil 1973 sekaligus seangkatan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meninggal di Cimahi pada hari yang sama setelah berjuang melawan penyakit yang tidak disebutkan secara rinci. Selama kariernya, Endang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI periode 2006‑2007 dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2005. Ia juga pernah memimpin Kodam Iskandar Muda (2003‑2005) serta menjadi Danrem Teuku Umar (2001‑2002). Pengumuman duka cita resmi dikeluarkan oleh Puspen TNI melalui Instagram pada 20 Oktober 2026.

Kedua tokoh ini memiliki jejak karier yang saling melengkapi dalam sejarah militer Indonesia. Subagyo HS, lulusan Akabri Magelang 1970, memulai kariernya di Kopassus dan menjadi Danjen Kopassus pada 1994‑1995, ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Wakil Danjen. Setelah menamatkan tugas di Kopassus, ia mengemban posisi tertinggi di Angkatan Darat pada masa transisi Reformasi, melintasi tiga era kepresidenan: Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid. Endang Suwarya, di sisi lain, dikenal sebagai sosok yang menegakkan profesionalisme di tingkat strategis TNI, terutama pada masa pasca‑Reformasi, ketika reformasi struktural dan modernisasi angkatan bersenjata menjadi prioritas utama.

Upacara pemakaman Subagyo HS di TMP Kalibata berlangsung khidmat dengan kehadiran pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta para perwira senior TNI. Sementara itu, prosesi pemakaman Endang Suwarya dilaksanakan di Cimahi dengan upacara militer standar, menandai penghormatan terakhir bagi seorang pahlawan yang telah mengabdikan lebih dari empat dekade untuk negara.

Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] menjadi pengingat betapa singkatnya waktu yang diberikan kepada para pahlawan. Kedua tokoh tersebut tidak hanya meninggalkan warisan kepemimpinan, tetapi juga nilai‑nilai persatuan, integritas, dan dedikasi yang menjadi fondasi TNI masa kini. Keluarga, sahabat, dan rekan sejawat kini menatap masa depan dengan rasa hormat mendalam, sekaligus berkomitmen melanjutkan semangat mereka dalam membangun pertahanan yang kuat dan profesional.

Secara simbolis, peristiwa duka ini juga menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dan masyarakat. Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan pentingnya menghargai jasa para pahlawan sekaligus memperkuat program‑program pertahanan nasional. Di sisi lain, media dan publik diharapkan dapat memberikan dukungan moral serta menjaga citra TNI sebagai institusi yang berlandaskan pada nilai‑nilai kebangsaan.

Innalillahi, mantan Kasum TNI dan wakil KSAD berpulang [titlebase] menutup babak penting dalam sejarah militer Indonesia, namun kisah perjuangan mereka akan terus menginspirasi generasi penerus. Dengan mengingat jasa‑jasa mereka, bangsa Indonesia dapat terus maju dalam semangat persatuan dan kesatuan yang selalu dijaga oleh para pemimpin terdahulu.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru