Ketegangan Memuncak di Mendizorroza: Deportivo Alavés vs Valencia Berujung Konflik Panas

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

16 September 2026, 17:52 WIB

Ketegangan Memuncak di Mendizorroza: Deportivo Alavés vs Valencia Berujung Konflik Panas
Ketegangan Memuncak di Mendizorroza: Deportivo Alavés vs Valencia Berujung Konflik Panas
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 16 September 2026 | Stadion Mendizorroza menjadi saksi bisu drama yang tidak hanya terjadi di atas lapangan hijau, tetapi juga merembet hingga ke tribun penonton. Pertandingan antara Deportivo Alavés dan Valencia CF dalam lanjutan jornada ke-6 La Liga Spanyol musim 2026-2027 berakhir dengan tensi tinggi yang melibatkan pemain tim tamu, Pablo Maffeo, dengan sekelompok suporter tuan rumah.

Kemenangan tipis yang diraih Valencia di markas Deportivo Alavés seharusnya menjadi momen perayaan bagi tim tamu. Namun, suasana berubah menjadi konfrontasi setelah peluit panjang dibunyikan. Maffeo, yang terlihat emosional, tertangkap kamera terlibat adu mulut dengan suporter di tribun. Pemain tersebut tampak menunjuk-nunjuk logo klub di jerseynya sambil melayangkan gestur protes yang memicu kemarahan penonton. Situasi sempat tidak terkendali selama beberapa detik sebelum rekan setim dan staf pelatih Valencia turun tangan untuk melerai dan membawa Maffeo masuk ke ruang ganti.

Insiden ini menambah catatan kontroversial bagi Maffeo yang dikenal sebagai pemain dengan temperamen tinggi. Sebelumnya, ia sempat terlibat friksi dengan bintang Real Madrid, Vinicius Jr, dan pernah berdialog secara intens dengan suporter Valencia di awal musim untuk meredam situasi klub yang sedang terpuruk. Kejadian di Mendizorroza ini diduga dipicu oleh ketegangan sepanjang pertandingan, di mana duel fisik dan perebutan bola yang sengit mewarnai jalannya laga.

Secara statistik, laga ini memang memiliki arti penting. Sebelum kekalahan ini, Deportivo Alavés sempat tampil impresif di awal musim dengan menempati posisi papan atas klasemen sementara. Tim asuhan mereka menunjukkan performa solid di kandang, termasuk kemenangan telak atas Getafe dan Osasuna. Sebaliknya, Valencia datang dengan kondisi yang tidak menentu setelah mengganti pelatih mereka, Carlos Corberan, dengan Óscar Sánchez sebagai pelatih interim. Perubahan di kursi kepelatihan ini memberikan ketidakpastian bagi tim tamu, namun mereka berhasil mencuri tiga poin krusial dari kandang Alavés.

Di sisi lain, peta persaingan La Liga musim ini semakin memanas. FC Barcelona saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan rekor sempurna, sementara tim-tim lain seperti Real Madrid dan Real Betis terus menempel ketat di papan atas. Persaingan untuk zona Eropa, termasuk Liga Champions dan Liga Konferensi, menjadi target utama bagi klub-klub papan tengah seperti Deportivo Alavés yang berambisi menjaga konsistensi mereka sepanjang musim.

Pada akhirnya, insiden antara pemain dan suporter ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar angka di papan skor. Meskipun Valencia pulang dengan membawa kemenangan, perilaku pemain di lapangan tetap menjadi sorotan tajam. Bagi Deportivo Alavés, kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting untuk kembali bangkit di laga-laga berikutnya, sembari berharap dukungan suporter tetap terjaga meski sempat terjadi gesekan emosional yang tidak diinginkan di akhir pertandingan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru