Geger Online – 13 September 2026 | Dunia sepak bola Meksiko tengah menyoroti situasi pelik yang dialami oleh klub Necaxa. Di tengah kompetisi Liga MX yang semakin sengit, klub ini harus menghadapi badai ganda, yakni performa buruk di lapangan hijau yang memicu kekecewaan suporter, serta keterkaitan wilayah operasional mereka dengan skandal kriminal yang mengejutkan publik.
Performa Necaxa dalam beberapa pekan terakhir memang jauh dari kata memuaskan. Setelah serangkaian hasil minor, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan pelatih Varini. Langkah drastis ini diambil menyusul rentetan kegagalan meraih kemenangan yang membuat posisi tim di klasemen liga semakin terpuruk. Ketegangan pun sempat memuncak di Estadio Victoria, di mana pemain seperti Luis Jimenez dilaporkan terlibat konfrontasi emosional dengan para pendukung yang frustrasi atas hasil buruk yang terus berulang.
Di sisi lain, nama Necaxa kembali menjadi sorotan dalam konteks yang jauh lebih kelam di wilayah Puebla. Pihak berwenang Meksiko baru saja membongkar operasi penambangan Bitcoin ilegal berskala besar yang tersembunyi di pegunungan Sierra Norte. Investigasi mengungkap bahwa fasilitas tersebut, yang dilengkapi dengan 300 unit GPU canggih, diduga dibiayai oleh kartel kriminal. Yang mengejutkan, operasional tambang digital ini ditenagai oleh listrik yang dicuri dari bendungan hidroelektrik Nuevo Necaxa.
Also Read
Aparat keamanan yang melibatkan Angkatan Laut dan kepolisian negara bagian Puebla menyatakan bahwa pencurian energi ini menjadi modus operandi baru bagi kelompok kriminal untuk mencuci uang melalui aset kripto. Lokasi yang terpencil di dekat bendungan sengaja dipilih untuk menyamarkan kebisingan mesin penambang yang sangat intens. Pihak Komisi Listrik Federal (CFE) kini tengah mendalami kerugian negara yang ditimbulkan akibat aksi pencurian daya listrik yang masif tersebut.
Situasi ini menciptakan tantangan reputasi bagi entitas yang membawa nama tersebut. Di satu sisi, klub sepak bola Necaxa berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan kompetitif setelah kekalahan dari Cruz Azul yang turut memperburuk situasi mental tim. Di sisi lain, asosiasi nama wilayah tersebut dengan skandal kriminal memberikan tekanan tambahan bagi pihak-pihak terkait untuk segera melakukan pembenahan.
Melihat dinamika yang terjadi, masa depan klub tampaknya akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen baru untuk memperbaiki performa tim dan meredam kekecewaan suporter. Secara paralel, aparat penegak hukum juga ditekan untuk menuntaskan kasus pencurian listrik di wilayah bendungan agar tidak lagi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Stabilitas di dalam maupun di luar lapangan menjadi kunci utama bagi pemulihan citra dan kondisi operasional di wilayah tersebut.

