Geger Online – 13 September 2026 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten ternama di bawah naungan Grup Sinar Mas, baru saja mengumumkan langkah strategis dalam struktur kepengurusan perusahaan. Keputusan signifikan ini mencuat setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026. Dalam forum tersebut, pemegang saham secara resmi menyetujui pengunduran diri Franky Oesman Widjaja dari posisinya sebagai Presiden Komisaris Perseroan.
Keputusan tersebut mendapat dukungan luar biasa dari para pemegang saham, dengan persetujuan mencapai 147.599.515.567 saham atau setara dengan 99,9% hak suara yang hadir dalam RUPSLB. Selain menerima pengunduran diri tersebut, perusahaan juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada Franky Oesman Widjaja atas seluruh tindakan pengawasan yang telah dijalankannya sejak 1 Januari 2026 hingga tanggal pelaksanaan rapat. Pemberian status ini berlaku sepanjang tindakan pengawasan yang dilakukan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam agenda yang sama, perusahaan juga meresmikan pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. David Fernando Audy, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perseroan, resmi diangkat menjadi Presiden Komisaris DSSA yang baru. Penunjukan David Fernando Audy bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni dalam ekosistem Sinar Mas Group serta pengalamannya yang luas di dunia korporasi dan industri media.
Also Read
David Fernando Audy memiliki latar belakang pendidikan di bidang Perdagangan, Keuangan, dan Sistem Informasi dari University of New South Wales (UNSW), Australia. Sebelum menduduki posisi puncak di jajaran komisaris, David telah memiliki pengalaman panjang di berbagai perusahaan besar, termasuk menjabat sebagai Direktur Sinarmas Agribusiness & Food sejak 2023 dan pernah memimpin PT Media Nusantara Citra Tbk sebagai Direktur Utama & CEO. Kiprahnya yang panjang di dunia investasi dan manajemen profesional diharapkan mampu membawa angin segar bagi arah strategis DSSA ke depannya.
Selain perubahan susunan pengurus, RUPSLB DSSA juga membahas agenda penting lainnya, yakni persetujuan pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali saham hasil pembelian kembali (saham treasuri). Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi dan optimalisasi struktur modal perusahaan yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada publik. Pengalihan saham treasuri ini dilakukan dengan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai pihak yang berwenang dalam proses tersebut.
Perubahan kepemimpinan ini menandai era baru bagi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. Mundurnya sosok berpengaruh seperti Franky Oesman Widjaja dari kursi Presiden Komisaris tentu menjadi sorotan pasar, namun dengan masuknya figur dengan kompetensi manajerial yang kuat seperti David Fernando Audy, diharapkan keberlanjutan bisnis perusahaan tetap terjaga dengan baik. Para pemegang saham kini menaruh harapan besar pada kepengurusan baru untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis dan nilai perusahaan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Transisi kepemimpinan di tingkat korporasi ini menunjukkan kedewasaan tata kelola perusahaan Grup Sinar Mas dalam melakukan regenerasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Dengan adanya pelunasan tanggung jawab yang tuntas, perusahaan kini dapat fokus sepenuhnya pada strategi jangka panjang dan eksekusi program-program bisnis yang telah direncanakan untuk tahun-tahun mendatang.




