Geger Online – 22 September 2026 | Dunia Islam tengah diselimuti duka mendalam atas kabar wafatnya salah satu pelantun azan paling ikonik di tanah suci. Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) dalam usia 51 tahun. Kepergian sang muazin yang dikenal dengan lantunan azan Subuh yang syahdu ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang kerap mendengarkan suaranya dari Masjidil Haram.
Kabar mengenai Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia pertama kali disampaikan melalui kanal resmi otoritas Arab Saudi, Al Ekhbariya. Momen yang sangat mengharukan bagi banyak pihak adalah fakta bahwa almarhum masih sempat mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram pada Senin dini hari, hanya beberapa jam sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Lantunan tersebut kini tercatat sebagai azan terakhir yang ia persembahkan di tempat paling suci umat Islam tersebut.
Lahir di Madinah pada tahun 1976, Syekh Ibrahim tumbuh dalam keluarga yang religius. Bakat dan kecintaannya pada azan sudah terlihat sejak usia 15 tahun. Sebelum dipercaya menjadi bagian dari 24 muazin utama di Masjidil Haram pada periode 2017-2018, ia memiliki perjalanan karier yang panjang. Ia sempat mengabdi sebagai pengajar dan menjadi muazin di Masjid Al-Maddah. Keahliannya dalam menggabungkan tradisi azan Madinah dengan gaya khas Mekkah menjadikan suaranya memiliki karakteristik yang sangat khas dan melekat di hati para jamaah.
Also Read
Selain tugas utamanya mengumandangkan azan, Syekh Ibrahim juga berperan penting dalam sistem Makbariyah. Ia bertugas melakukan tabligh, yakni mengulangi takbir dan gerakan imam melalui pengeras suara agar dapat diikuti oleh jutaan jamaah yang memadati Masjidil Haram. Dedikasinya dalam menjalankan tugas ini sering kali membuat banyak orang terkesan, terutama saat ia melantunkan takbir pada hari raya Idulfitri.
Dalam sebuah wawancara kenangan di podcast Ashraqat, Syekh Ibrahim pernah mengungkapkan kerendahan hatinya. Ia mengaku sempat menangis saat pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram. Melihat jamaah yang sedang tawaf mengelilingi Ka’bah sambil mendengarkan suaranya, ia merasa sangat terharu dan sempat bertanya pada dirinya sendiri, “Siapakah saya sehingga suara saya dikumandangkan di tempat suci ini?”
Prosesi salat jenazah bagi mendiang Syekh Ibrahim Al Madani telah dilaksanakan pada Senin sore di Masjidil Haram, diikuti dengan pemakaman di Pemakaman Al Mualla, Mekkah. Setelah berita tentang Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia tersebar luas, media sosial dipenuhi dengan rekaman video dan audio yang menampilkan keindahan suaranya. Ungkapan duka cita terus mengalir dari berbagai belahan dunia sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memanggil umat Islam beribadah di Baitullah.
Kepergian Syekh Ibrahim Al Madani tentu menjadi kehilangan besar bagi Masjidil Haram. Namun, warisan suara merdunya saat mengumandangkan azan dan takbir akan terus dikenang oleh jutaan jamaah yang pernah merasakan kedamaian saat mendengarnya. Dedikasi almarhum dalam menjalankan amanah sebagai muazin di tempat paling mulia di muka bumi ini menjadi teladan bagi banyak orang tentang keikhlasan dan pengabdian dalam beribadah.




