Geger Online – 23 September 2026 | Aksi korporasi pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam kembali menjadi sorotan tajam di jagat pasar modal Indonesia. Langkah strategisnya dalam membedah gurita bisnis dan cengkeraman Haji Isam di JARR, PACK, RANS hingga BYAN menunjukkan ambisi besar sang pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan, dalam mendominasi sektor-sektor strategis nasional.
Langkah paling fenomenal yang baru saja mencuat adalah rencana akuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari tangan konglomerat Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengambil alih 10 miliar lembar saham BYAN. Respons pasar terhadap kabar ini sangat masif, di mana saham BYAN sempat mencetak rekor kenaikan signifikan hingga menyentuh level auto reject atas (ARA) beberapa waktu lalu.
Pergerakan ini hanyalah satu dari sekian banyak manuver yang dilakukan untuk membedah gurita bisnis dan cengkeraman Haji Isam di JARR, PACK, RANS hingga BYAN. Sebelumnya, pada Mei 2026, Haji Isam telah melebarkan sayap ke sektor nikel melalui pembelian 21,12 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Transaksi jumbo senilai Rp936,65 miliar ini menegaskan diversifikasi portofolio Jhonlin Group dari yang semula fokus pada pertambangan batu bara, logistik, dan kelapa sawit ke arah hilirisasi mineral kritis.
Also Read
Berikut adalah ringkasan beberapa emiten yang terafiliasi dengan ekosistem bisnis Haji Isam:
| Emiten | Sektor Utama |
|---|---|
| JARR | Kelapa Sawit & Biodiesel |
| PACK | Nikel |
| BYAN | Pertambangan Batu Bara |
| FAST | Makanan & Minuman (Jaringan KFC) |
Selain sektor komoditas dan energi, pengaruhnya juga merambah ke industri gaya hidup dan konsumsi. Pada 2025, melalui putrinya, Liana Saputri, Haji Isam masuk ke bisnis makanan dengan mengakuisisi saham pengelola jaringan KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), melalui PT Shankara Fortuna Nusantara. Hal ini membuktikan bahwa strategi membedah gurita bisnis dan cengkeraman Haji Isam di JARR, PACK, RANS hingga BYAN tidak hanya terbatas pada sektor hulu, tetapi juga menyentuh sektor hilir yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di sisi lain, emiten PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang menjadi salah satu pilar utama Jhonlin Group terus menunjukkan performa positif. Sentimen positif dari kebijakan mandatori biodiesel B50 turut menjadi katalis bagi kenaikan harga saham JARR di pasar modal. Kebijakan ini dinilai akan meningkatkan permintaan terhadap Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang merupakan produk andalan JARR, sekaligus memperkuat posisi tawar perusahaan dalam peta energi terbarukan di tanah air.
Secara keseluruhan, ekspansi yang dilakukan Haji Isam menunjukkan pola investasi yang sangat terukur dengan menyasar perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat atau memiliki keterkaitan strategis dengan rantai pasok energi dan pangan nasional. Dengan terus membedah gurita bisnis dan cengkeraman Haji Isam di JARR, PACK, RANS hingga BYAN, terlihat jelas bahwa sang taipan sedang membangun konglomerasi yang tangguh dan terintegrasi di berbagai lini bisnis masa depan Indonesia.
Dominasi Haji Isam di pasar modal diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan pemenuhan berbagai kondisi pendahuluan dalam aksi akuisisi BYAN. Para investor kini menantikan langkah selanjutnya dari Jhonlin Group dalam mengonsolidasikan aset-aset barunya guna menciptakan sinergi bisnis yang lebih efisien dan menguntungkan dalam jangka panjang.



