Dominasi Aryna Sabalenka di US Open: Menuju Sejarah Baru di New York

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

12 September 2026, 07:52 WIB

Geger Online – 12 September 2026 | Stadion Arthur Ashe kembali menjadi saksi bisu ketangguhan Aryna Sabalenka dalam turnamen tenis kelas dunia. Di tengah sorotan publik, catatan impresif Jessica Pegula sukses melaju ke semifinal US Open 3 kali beruntun kembali menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan penggemar tenis dunia. Namun, langkah petenis Amerika Serikat tersebut akhirnya harus terhenti di babak semifinal setelah ditaklukkan oleh unggulan pertama asal Belarusia, Aryna Sabalenka, dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada Jumat waktu setempat.

Pertemuan ini menegaskan dominasi Sabalenka atas Pegula di New York. Meskipun di awal musim sempat mengalami pasang surut performa, Sabalenka membuktikan bahwa ajang Grand Slam adalah panggung utamanya. Kemenangan dua set langsung dengan skor 7-5, 6-2 yang diraih dalam durasi 1 jam 20 menit tersebut, mempertegas superioritas Sabalenka. Walaupun narasi mengenai Jessica Pegula sukses melaju ke semifinal US Open 3 kali beruntun menjadi bukti konsistensi sang petenis tuan rumah, ia tetap belum mampu memecahkan kode permainan sang juara bertahan yang tampil sangat agresif.

Pada set pertama, perlawanan ketat sempat ditunjukkan oleh Pegula. Kedua petenis saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 5-5. Ketegangan memuncak saat Sabalenka berhasil mematahkan servis Pegula di gim ke-12, yang kemudian menutup set pertama dengan keunggulan 7-5. Memasuki set kedua, Sabalenka semakin tidak terbendung. Dengan catatan tujuh ace dan 29 winner, ia berhasil menekan servis kedua Pegula secara efektif. Keunggulan 3-1 di awal set kedua menjadi titik balik yang membuat Pegula kesulitan mengejar ketertinggalan hingga akhirnya menyerah 6-2.

Pencapaian ini menempatkan Sabalenka di ambang sejarah besar. Jika ia berhasil memenangkan partai final, ia akan menyamai rekor legendaris Chris Evert dan Serena Williams yang pernah meraih gelar juara US Open sebanyak tiga kali berturut-turut. Konsistensi Sabalenka di lapangan keras memang luar biasa, bahkan ia kini memegang rekor sebagai petenis pertama di era modern yang mampu menembus delapan final Grand Slam lapangan keras secara berturut-turut, melewati catatan rekor Steffi Graf dan Novak Djokovic.

Di sisi lain, bagi Pegula, kekalahan ini menjadi evaluasi penting. Meski fakta bahwa Jessica Pegula sukses melaju ke semifinal US Open 3 kali beruntun adalah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan posisinya di jajaran elite tenis dunia, ia masih harus bekerja keras untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya. Sabalenka sendiri kini menanti pemenang antara Elena Rybakina dan Coco Gauff di babak final, sebuah laga yang diprediksi akan menyedot perhatian dunia.

Secara keseluruhan, kemenangan ini tidak hanya membawa Sabalenka selangkah lebih dekat menuju gelar juara, tetapi juga menunjukkan mentalitas pemenang yang ia miliki dalam momen krusial. Keberhasilan Sabalenka menumbangkan lawan yang memiliki rekam jejak konsisten seperti Pegula membuktikan bahwa ia saat ini berada dalam performa terbaiknya. Dunia tenis kini tertuju pada partai final, di mana sejarah baru siap diukir di Stadion Arthur Ashe.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru