Drama di Thessaloniki: Fotis Ioannidis Menggila, Belanda Selamat dari Kekalahan

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

3 Oktober 2026, 03:52 WIB

SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 03 Oktober 2026 | Timnas Belanda nyaris menelan kekalahan memalukan saat bertandang ke markas Yunani dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/27. Penampilan gemilang penyerang tuan rumah, Fotis Ioannidis, sempat membuat skuad asuhan Xavi Hernandez kewalahan sepanjang babak pertama. Pertandingan yang berlangsung di Thessaloniki ini berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang menyelamatkan muka Belanda namun menyisakan pekerjaan rumah besar bagi sang pelatih baru.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Yunani tampil dengan intensitas tinggi. Tuan rumah bahkan sempat mencetak gol cepat melalui Christos Tzolis, namun dianulir oleh wasit karena posisi offside. Tidak butuh waktu lama bagi Fotis Ioannidis untuk membuktikan ketajamannya. Pada menit ke-23, penyerang Sporting CP tersebut memecah kebuntuan dengan memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Belanda, membawa Yunani unggul 1-0. Dominasi Yunani semakin terlihat saat Fotis Ioannidis kembali menjadi aktor utama di balik gol kedua yang dicetak Georgios Masouras sesaat sebelum turun minum, membuat Belanda tertinggal 0-2.

Menanggapi performa buruk anak asuhnya, Xavi Hernandez melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat memasuki babak kedua. Xavi secara terbuka mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan taktik yang membingungkan para pemain pada babak pertama. Perubahan strategi tersebut perlahan membuahkan hasil. Virgil van Dijk berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sundulan kepala pada menit ke-59 setelah menerima umpan dari Joey Veerman.

Belanda terus menekan pertahanan Yunani demi menyamakan kedudukan. Meski sempat mencetak gol melalui Denzel Dumfries yang kembali dianulir wasit karena offside, semangat Oranje tidak pudar. Pada menit ke-89, pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, tampil sebagai pahlawan melalui tembakan voli dari jarak dekat yang memastikan laga berakhir imbang 2-2. Hasil ini membuat Belanda tetap menjaga catatan tidak terkalahkan di bawah era kepelatihan Xavi Hernandez.

Bagi Yunani, hasil ini memastikan mereka tetap bertengger di puncak klasemen Grup A2 UEFA Nations League dengan raihan 7 poin. Di sisi lain, tambahan satu poin membuat Belanda mengoleksi 5 poin dan naik ke posisi kedua, mengungguli Jerman yang di saat bersamaan sukses menaklukkan Serbia dengan skor 2-0. Pertandingan ini menjadi pengingat keras bagi Xavi Hernandez bahwa adaptasi taktik di level internasional memerlukan konsistensi, terutama saat menghadapi pemain dengan determinasi tinggi seperti Fotis Ioannidis yang mampu mengeksploitasi celah di lini pertahanan lawan.

Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan dua wajah berbeda dari Timnas Belanda. Babak pertama yang penuh keraguan berbanding terbalik dengan determinasi yang ditunjukkan pada babak kedua. Keberhasilan Tijjani Reijnders mencetak gol penyeimbang di menit akhir menjadi poin krusial yang menjaga asa Belanda dalam persaingan grup, meskipun mereka masih harus memperbaiki koordinasi pertahanan jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi ini.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru